Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lakbok bukan lagi Pa Yaya

BISMILLAHSabtu, 07 Juni kemarin SMA Negeri 1 Lakbok mengadakan staditour ke Yogyakarta. Seperti tahun-tahun kemarin sebelumnya ketika angkatan 2013 staditournya juga ke Yogyakarta. Tidak hanya angkatan 2013 angkatan 2012, 2011 dan seterusya kebelakang juga ke Yogyakarta terus. Memang Yogyakarta menjadi kota yang sering di kunjungi baik sama pelajar yang staditour ataupun turis-turis dari mancanegara.

Kebetulan lulusan SMA Negeri 1 Lakbok angkatan 2013 ada yang kuliah di Yogyakarta, yaitu Encep Andi Nugraha, Enggar Bagus Panuntun, Supriyadi dan Cattleya Agnes Pradesta. Sebenarnya banyak dari Lakbok itu yang kuliah di Yogyakarta, tetapi sudah semeste atas kebanyakan. Jarak yang paling dekat antara Encep dan Enggar, kalau Supri jauh karena dia di Magelang, kalau Agnes memang tidak tahu kabarnya.

Encep dan Enggar berniat menemui guru-guru SMA Negeri 1 Lakbok ketika sudah sampai ke Yogyakarta, sekalian silaturahmi. Ketika hari Minggu pagi mereka berdua pergi ke Kraton Yogyakarta untuk menemui guru-guru. Ketika sampai di Kraton mereka bingung nyari bis SMA yang mana, ketika sampai alun-alun Yogyakarta Encep melihat bis Budiman, mungkin itu bisnya karena dari dulu bis staditour SMA Negeri 1 Lakbok itu selalu menggunakan bis Budiman. Ketika mereka mendekati ternyata di depan bis ada tulisan Bis 1 sampai 5 SMA Negeri 1 Lakbok.

Mereka pun turun dari motorย  dan mencari guru-guru, tak lama kemudian Bu Hj. Nani dan Bu Eti, mereka pun langsung mendekatinya untuk berjabat tangan, tak lama bertemu Pa Sartono, Pa Jamal, Pa Agus, Pa Ahmad, Pa Adji Pa Mustangin, Pa Rosidin, Pa Azam dan Pa Iman. Encep dan Enggar agak heran kok tumben tidak melihat Pa Yaya, pa Yaya itu kepala sekolah SMA Negeri 1 Lakbok.

Dengar-degar dari teman-teman adik kelas yang staditour katanya kepala sekolah SMA Negeri 1 Lakbok itu sudah ganti, baru saja empat hari yang lalu itu juga belum serah terima jabatan, dan siwa juga belum tahu semuanya bahwa kepala sekolanya ganti, soalnya belum memperkenalkan diri ketika upacara disekolah.

Setelah itu Encep dan Enggar pulang dan rencana kalau ada waktu malam selasa mau bertemu lagi dengan guru-guru, soalnya Encep sendiri penasaran ingin bertemu dengan kepala sekolah yang baru.

* * *

Hari selasa sore Encep dapat SMS dari Pa Sartono, wali kelasnya dulu ketika kelas XII IPS 2, katanya siswa dan guru-guru sedang meluncur ke Malioboro. Kebetulan sore itu Encep mau pergi ke PAMELA, tempat alat-alat tulis. Kebetulan di jalan papasan dengan mobil SMA. Rencananya nanti langsung mau ke Malioboro.

15 menit kemudia Encep pun pergi ke Malioboro ditemani dengan Eko, teman sekampusnya. Mereka ketika sampai ke Malioboro tak lupa foto-foto terlebih dahulu karena suasana di sore itu sangat nyaman ๐Ÿ™‚
DSCF2433Padahal baru saja mau foto, eh pengamen datang, untung ada recehan. Temannya Encep, si Eko kebetulan tidak bawa uang, eh si pengamennya maksa, pas di bilang tidak ada uang, si pengamen tanya lagi, rokoknya bagi. Tak lama kemudian Eko bicara “memang betul tidak ada uang mas (tapi menggunakan bahasa jawa khas Jogja), eh si pengamen merasa malu dan lalu minta berjabat tangan dengan Eko ๐Ÿ™‚

DSCF2430Ini foto ketika Encep memasukan uang untuk si pengamen.

Sehabis dari situ Encep pergi ke Mirota Batik, ketika di dalam bertemu dengan Bu Lisyani, Bu Neni dan Bu Dewi. Setelah itu pergi menuju ke alun-alun karena sebentar lagi azan magrib.

Ketika semuanya kumpul di dekat bis, tiba-tiba Bu Hj. Nani menyuruh Encep untuk membeli gudeg wijilan bu Widodo. Encep pun segera berangkat sekalian cari mushola untuk sholat maghrib dulu.

Setelah dapat gudegnya dilanjutkan sholat, setelah sholat kembali ke mobil dan ini kenang-kenangan ketika membawa gudeng, ya meskipun tidak mencicipi setidaknya punya fotonya.. hehe..hehe

DSCF2443

DSCF2446

Setelah sampai bis, Bu Hj. Nani belum terlihat, Encep asik memoto mobil bisnya, karena katanya mobil bis yang digunakan staditour oleh SMA Negeri 1 Lakbok baru, baru saja 2 Minggu.

 

DSCF2449x

 

DSCF2458\ DSCF2459Setelah itu Encep kepikiran tentang kepala sekolah yang baru itu. Setelah itu Encep bertemu dengan Bu Hj. Nani dan kebetulan disitu ada juga kepala sekolah yang baru sedang ngobrol dengan siswa, dan kelihatannya beliau lebih akrab dan ramah. Nama kepala sekolah yang baru yaitu Drs. H. Rahmat Susanto, M Pd.

Dan lucunya, ketika Encep ngobrol-ngorbol dengan pa Agus, pa Agus pun bercerita tentang kepala sekolah, memang sebelumnya kepala sekolah yang baru itu belum memperkenalkan diri, tetapi beliau sangat akrab dan memperhatikan siswa-siswanya ketika di bis. Dan ada salah satu mahasiswa yang memanggilnya “Mang”, mungkin dikirnya bukan kepala sekolah..he.he.

Tetapi memang sebelumnya belum banyak yang tahu, tapi katanya hari Kamis akan ada serah terima jabatan. Tak lama Encep mendekat dan berjabat tangan dengan Pa H.Rahmat (kepala sekolah baru) dan dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol. Beberapa menit kemudian ternyata staditour sudah waktunya pulang.

Tetepi sebelum pulang Encep meminta kenang-kengan dari pa H. Rahmat untuk foto bareng, ketika mau foto tiba-tiba Pa Jamal dan Pa Sartono pun ikut foto ๐Ÿ™‚

aa

aEncep, Pa H. Rahmat, Pa Jamal dan Pa Sartono.

***

Mari kita doakan bersama semoga dengan bergantinya kepala sekolah yang baru, sekolah SMA Negeri 1 Lakbok menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. aamiin..

DSCF2460

Alumni SMA Negeri 1 Lakbok Angkatan 2013:

ย ean

Advertisements

One thought on “Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lakbok bukan lagi Pa Yaya

  1. pa mustangin sewaktu lagi mengajar di ejek sama japra dulu sempat ngejar dan meninggalkan kelasnya mengejar japra sampai ke warung pak saiman. kenakalan japra sangat membangkitkan amarah pak mustangin. pak mustangin juga pernah memotong rambut gondrongku sewaktu itu saya gak terima dan aku setiap pelajarannya aku pulang atau bolos karna dulu anggapanya pak mus sudah mencemarkan nama baik dihadapan pacarku,.tapi sekarang anggapan itu membuat ku kesal kepada diri sendiri. terimakasih pak mustangin.
    pak jamal ialah guru bahasa inggris yang sering melemparkan penghapus dikala kbm berlangsung, melihat siswanya tak memperhatiakan. waktu itu temanku yang bernama topik hidayat telah dilemparnya dan dikasih tahu olehku bahwa topik itu tidur dikala sedang belajar denga pak jamal.disitulah aku ketawa dengan sekeras kerasnya sampai dimarahin pula sama pak jamal. ia sering melontarkan bahasa sundanya “hees wae sakola, ari peting tas lalajo dangdut” kalimat itu masih terngiang ditelingaku disaat terddengar nama pak jamal.
    dan masih banyak lagi guru-gru yannng menyimpan kenangan untuk mudah diingat dalam memoriku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s