JANGAN MENJADI ORANG MUNAFIK

BISMILLAHRabu, 11 Desember 2013, orang-orang sih bilang tanggal menarik unik, karena kalau di tulis dengan angka semua itu menjadi “11-12-13”. Tapi rasanya biasa saja tuh.. hehe.. Kebetulan di tanggal itu juga saya ada mata kuliah Pesantren Mahasiswa dengan Dosen Pak Irfan. Masuk pukul 07.00, ketika malam saya pun bergadang mengerjakan tugas fisika, tapi Alhamdulilah jam 07.00 dari kost nyepeda sampai kampus, ketika sampai kampus belum ada siapa-siapa, ada teman perempuan satu, saya duduk saja sambil nunggu Pak Irfan datang, tak lama Pak Irfan pun datang, tapi saya belum masuk, niatnya mau menunggu teman-teman yang lain yang belum berangkat.

Ketika duduk santai Pak Edi Iskandar pun menghampiri, dan berjabat tangan. Pa Edi juga dosen di kampus saya, tetapi beliau belum mengajar saya, mungkin nanti di semester depan. Beliau bertanya kepada saya, pelajaran siapa ? saya pun menjawab Pesantren Mahasiswa, Pak Irfan. Beliau menjawab, pak Irfan sudah masuk tuh. Oh iya pa, saya masuk dulu pa, ujar saya.

Di kelas pun saya cuma berdua sama teman perempuan itu, tapi kita tidak duduk bareng lhoo.. karena ketika belajar mengajar di kampus saya itu yang namanya perempuan dan laki-laki itu di pisah. Tak lama kemudian ada yang mengucapkan salam, dan masuk ke kelas, saya pun berkata dalam hari, “mudah-mudahan teman laki-laki, supaya saya ada temannya”. Eh ternyata bukan, malahan teman perempuan, sampai ketiga kalinya ada yang masuk, semuanya itu perempuan.

 Saya merenung sejenak, mana teman-teman laki-laki yang lainnya, kok cuma saya sendirian laki-lakinya. Tapi biarlah meskipun sendirian tetap semangat J, nanti juga berangkat kok teman laki-lakinya, meskipun telat… hehe ..

Ketika belajar di kelas Pak Irfan membahas ciri-ciri orang yang munafik, orang-orang baik, dan orang yang tidak jelas. Pak Irfan menjelaskan orang munafik itu banyak tingkatannya, memang menurut saya juga demikian.

Memang betul ada tingkatannya, umpamanya saja dari munafik berbohong kepada temannya bilang tidak mandi, tetapi dia bilangnya mandi, itu bisa dibilang munafik tingkat rendah. Kalau munafik tingkat tinggi itu contohnya ya ketika dia ditanya sholat apa tidak, dia menjawab sholat, padahal dia tidak melakukan sesuai apa yang dia katakana. Kalau orang yang seperti itu dosa.

Untuk wanita, khususnya wanita muslimah itu harus diperbaiki cara berpakainnya, berpakaianlah sebagai mana berpakaian yang di ajarkan dalam islam. Saya sangat sedih banyak sekali foto yang dipasang di dunia maya yang tidak menutup aurat, bahkan di kampus saya pun saya akui masih banyak yang belum bisa menutup aurat dengan rapih, atau mereka tidak tahu. L

Mereka orang islam kok, apakah mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan itu dosa, atau mereka hanya pura-pura tidak tahu. Padahal dalam hadis pun sudah dijelaskan, bagaimana balasan orang yang tidak menutup aurat.

Rambut, “Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya” (HR. Bukhari & Muslim)

Sudah jelas kana pa yang tertulis di dalam Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW tentang Aurat Wanita, lantas.. masihkah wanita muslimah mengingkari-Nya??

Masihkah wanita muslimah bisa mengatakan “Aku belum siap berhijab ??” lantas.. sampai kapan wanita muslimah SIAP ??

Apakah kita tahu bahwa kita masih dapat bernafas tahun depan? Bulan depan ? Minggu depa ?? Lusa ?? Besok ?? atau… sedetik yang akan datang ??? semua tidak ada yang tahu, kecuali Allah Swt.

Tidak hanya menutup aurat saja, begitu pula tentang pelajaran Pesantren Mahasiswa yang membahas orang munafik dan orang-orang yang tidak jelas.

Kalau untuk orang munafik dan orang yang tidak jelas itu, menurut saya sih dua-duanya juga masih banyak orang yang demikian.

Menurut saya sebenernya masih banyak sekali orang-orang yang munafik di sekitar kita, terkadang diri kita sendiri juga masih munafik, tapi sebisa mungkin saya menghilangkannya. Saya tuh tidak mau APA YANG SAYA KETAHUI ITU SALAH, TAPI SAYA TETAP MELAKUKANNYA.

Seperti cerita saya beberapa tahun kebelakang saya punya cerita gini, dulu itu saya pernah menjadi aktifis pacaran, dulu saya ngerasa pacaran itu senang, terkadang bangga mempunyai seorang pacar yang cantik, sampai hari demi hari komunikasi itu hampir setiap jam, menit bahkan setiap detik, entah itu dari sms-an ataupun telfonan.

Kalau saya ingat dulu ketika saya masih menjadi aktifis pacaran, saya ngerasa banyak waktu yang terbuang, banyak kebohongan yang dilakukan entah itu terhadap teman atau pun orang tua sendiri. Bahkan kemunafikan itu pun banyak yang saya lakukan.

Sering sekali ketika bilang kepada pacar A, tapi bilang kepada orang tua sendiri itu B. Terkadang apa yang pacar minta cowok itu selalu berusaha untuk memenuhinya, meskipun dia tidak punya uang, terkadang meminta uang kepada orang tua untuk beli apa, eh.. ternyata untuk beli apa yang pacar minta. Terkadang selalu antar jempur ketika ke sekolah, ataupun pergi-pergi kemana. (kaya tukang ojek kali yaa….  :).

Tetapi sekarang saya sudah bukan lagi menjadi aktifis pacaran, lhoo kenapa ????

Karena semua yang dilakukan ketika pacaran itu hanya mengantarkan kita ke neraka. Saya paham ketika saya ikut mentoring/halqoh.

Apa sih itu halqoh ??

Secara bahasa halqah artinya lingkaran. Secara isstilah halaqah berarti pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar / menggambarkan sekelompok kecil muslim yang berjumpa di waktu yang telah ditetapkan untuk mempelajari dan mendalami ajaran Islam. 

Dalam bahasa lain bisa juga disebut majelis taklim, atau forum yang bersifat ilmiyah.

Nah, dari ilmu yang saya dapatkan ini, saya simpulkan :

“HALQAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA,

NAMUN SEGALA-GALANYA BERAWAL DARI HALQAH”

Kalau sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah,

mana yang halal dan mana yang haram.

Kenapa masih di lakukan ??

Bukankah itu hanya membuat kita dosa, adapun bahagia itu hanya sesaat,

Siksaan lah di akherat nanti kalau kita tetap melakukan yang salah dan yang haram.

Itulah kata-kata yang saya tulis dan pernah juga di update di facebook, ya siapa tahu yang membacanya dan dia sadar.  Menurut saya sebenarnya pacaran itu mendekatkan kita menuju jalan zina, kenapa zina ? karena dari pacaran itu pasti pernah melakukan pandangan mata, pegangan tangan, meskipun pegangan tangannya sekedar jari saja yang disentuh itu sudah dosa, seperti apa yang dikatakan Pak Irfan Dosen Pesantren Mahasiswa.

Dari hal seperti itu lah, seperti pacaran, pegangan tangan, itu nantinya bakalan bertingkat menuju hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau di tempat saya orang tua itu masih banyak yang belum mengerti pacaran itu apa?  Orang tua ketika lihat anak putrinya atau putranya pacaran atau boncengan dengan wanita yang bukan muhrimnya, orang tua itu sekedar bilang biarin saja, dia sudah dewasa kok. Kata sudah diwasa itu harus digaris bawahi, karena di zaman sekarang itu yang namanya pacaran tidak cuma anak kuliahan, anak SMA, SMP, bahkan SD juga sudah mengetahui apa itu pacaran. Ketika terjadi hamil di luar nikah saja, kebanyakan laki-laki itu banyak yang tidak bertanggung jawab. Siapa yang paling dirugikan tentu seorang perempuan itu. Karena perempuan ketika hilang keperawanannya sangat terlihat, kalau laki-laki tidak.

Menurut saya zaman sekarang itu khususnya untuk perempuan, yang namanya berpakaian itu seperti  anak TK, mereka belum bisa berpakaian, memakai pakaian kecil dan ketat. Menutup aurat masih saja selalu diingatkan, menutup aurat pun masih belum bisa, aurat bertebaran dimana-mana.

Mereka memakai kerudung rapih, tapi ketika berpakaian memakai pakaian dan celana yang ketat, itu namanya bukanlah menutup aurat, tapi membungkus. Dalam islam menampakan lekuk tubuh itu tidak boleh. Kebanyakan yang melakukan itu wanita muslimah, ketika dia ditanya ingin ke surga atau neraka, dia sudah pasti memilih ke surga, dan berharap apa yang dia inginkan selalu tercapai.

Banyak teman saya yang masih belum melaksanakan sholat, padahal keinginan dia itu ke surge. Menurut saya orang yang rajin ibadahnya, sholatnya, shodahnya, itu pun belum tentu masuk surge, apalagi yang tidak melaksanakan sholat.

 Apakah dia hidup di dunia itu sekedar memikirkan kehidupan dunia saja ??

Kita hidup di dunia itu hanya sementara, saya ibaratkan itu seperti kita disuruh membeli makanan oleh orang tua kita ke pasar, tapi pasar itu jauh. Dan di perjalanan pun kita lelah dan cape, padahal perjalanan baru setengahnya, ketika itu pun kita pasti berhenti mencari tempat istirahat. Ketika istirahat kita tidak mungkin samai selamanya, itu cuma sebentar atau sementara. Nah istirahat itu yang dinamakan dunia.

 Jadi kita hidup di dunia itu hanya sementara, yang abadi itu di akherat. Jadi kalau kita tetap menjadi orang yang munafik dan tetap melakukan yang dilarang oleh Allah Swt. Mau membawa apa ketika kita mati nanti ? Bukankah semua perbuatan kita di dunia itu nantinya akan dipertanggungjawabkan, dosa sekecil apapun di akherat akan di hisab.

Yang namanya kematian itu tidak ada yang tahu kapan datangnya, kematian itu datangnya tidak bilang-bilang lhoo … Sungguh beruntung orang yang mati dalam keadaan takwa kepada Allah Swt, dan sungguh merugi ketika seseorang mati dalam keadaan maksiat.

 Jadi kesimpulan dari apa yang telah Pak Irfan jelaskan, insyallah saya akan berusaha sebaik mungkin terhindar menjadi orang yang munafik dan orang-orang yang tidak jelas. Dan tidak hanya apa yang Pak Irfan jelaskan saja, kita dapat mencari ilmu dari mana saja, asalkan itu baik, kita bisa menerapkannya ke kehidupan kita. Dan kita sebisa mungkin jangan menjadi orang yang munafik.

 Semoga saya, dan teman-teman sekelas saya seperjuang bisa tetap selalu istiqomah menjauhi larangan-Nya dan melaksanakan perintahnya-Nya. Aamiin Yaa Robballlalamin …

Sahabtmu

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s