AKU JATUH CINTA PADA ALAM

Hari itu adalah hari spesial buatku. Bergabung di sebuah organisasi pecinta alam. Adalah hal yang sangat aku idam-idamkan sejak aku masih SMA. Hmm, luar biasa bahagia yang aku rasakan saat itu. Seperti mendapatkan hadiah besar. Siapa pun yang mendapatkan sesuatu yang sangat diidam-idamkan sebelumnya, tentu kesenangannya bukan main.

ERAPALA. Nama yang unik. Aku penasaran dengan kata itu. Sejak pertama aku mendengar kata itu, aku berusaha mencari kepanjangannya. Setelah aku cari ternyata ERAPALA kepanjangan dari El Rahma Pecinta Alam.

Kumpul pertamaku di ruangan ERAPALA bersama para pecinta alam pun dimulai. Para calon anggota mulai memperkenalkan diri satu-persatu. Hingga aku hafal semua calon anggota yang hadir saat itu. Wajar saja yang ikut ERAPALA yang datang tidak lebih dari sepuluh orang. Dari kelasku ada empat orang yaitu Encep Andi Nugraha, Abdurrahman Ar-Rohim, Eko Mardiyanto dan Hammad Musofa.. Walau begitu, aku tetap semangat.
 
Ketika aku SMA, sayang sekali di sekolahanku tidak ada yang namanya Pecinta Alam. Tapi sahabat dekatku ada yang  ikut organisasi Pecinta Alam, memang sekolahnya dia berbeda denganku. Dulu saat aku masih SMA, aku pernah ikut Pramuka. Pramuka disekolahanku sangat susah menjangkau pegunungan, makannya itu di sekolahanku tidak ada yang namanya Pecinta Alam.
 
Tapi aku sudah berniat sejak SMA mau ikut yang namanya Pecinta Alam ketika kuliah nanti. Dalam pembicaraan tersebut, seperti biasa. Selalu saja ada pertanyaan yang tidak pernah hilang dari masa ke masa. Sudah dari zaman nenek moyang kali yah.. hehe.. Seakan pertanyaan itu adalah pertanyaan pusaka yang menjadi awal pembicaraan.
 
Kenapa kamu masuk di organisasi ERAPALA?” begitulah pertanyaan yang kerap terlontar saat pertama bergabung di sebuah organisasi. Apa pun itu. Dan tentu saja, jawabannya pun tidak ada yang berubah dari masa ke masa. Seakan pun jawabannya sudah dipersiapkan sejak di rumah. Jadi pertanyaan dan jawaban itu seperti sudah tersekenario lebih awal sebelum pertemuan berlangsung.
 
Tapi tidak! Ada yang berbeda hari itu. Ada hal yang membuatku tercengang kagum dan sedikit lucu, kayaknya kebanyakan lucunya dech..,  lantaran tidak aku temukan di lainnya. Ketika memperkenalkan satu per satu, dan ketika itu giliran Abdurrahman Ar-Rohim, dia biasa dipanggil Maman. Dia bercerita ketika di Lombok pernah mendaki gunung, kakak senior ERAPALA pun ada yang bertanya berapa lama kamu naik gunung. Maman pun menjawab 15 menih. Haaahhhh.. hhhhh…Hebat bener kamu Man, (padahal gunung itu tidak tinggi), masa naik gunung cuma 15 menit, orang yang sering naik gunung juga nyampe berjam-jam, bahkan berhari-hari. Biasa temanku Maman itu orangnya lucu, dan suka becanda.
 
Inti yang dapat kusimpulkan dari sesi pertama kumpul (11/12) itu bahwa pada tanggal 14 dan 15 Desember kumpul di Aula STMIK El Rahma karena ada Diksar Ruang. Tiba dimana hari untuk menghadiri Diksar Ruang pun datang, tapi cuaca tidak mendukung. Saat itu juga hujan membahasi tubuhku yang memaksa harus berangkat Diksar Ruang, memang sudah diniatkan aku pokoknya harus berangkat. Ketika Diksar Ruang kurang lebih sebanyak 15 mahasiswa STMIK El Rahma Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok ERAPALA, bersama anggota baru ERAPALA di Aula kampus STMIK El Rahma Yogyakarta.
 
Diksar ruang dengan pemateri pertama alumni ERAPALA Fahmi Istanto, bermaksud untuk mengenalkan ERAPALA lebih jauh, dan struktur ERAPALA, disamping itu juga menjelaskan bahwa anak-anak ERAPALA itu harus aktif juga dengan masyarakat. Fahmi Istanto mengatakan kepada anggota ERAPALA baru, untuk lebih bertanggung jawab kedepannya, dan bisa membawa ERAPALA lebih maju lagi.
 
Materi kedua disampaikan oleh Mas Sulton, Mas Sulton juga menambahkan tentang materi Limbah Gunung. Mas Sulton mengatakan kepada anggota ERAPALA baru, supaya nantinya ketika naik gunung harus benar-benar mempersiapkan peralatan yang akan dibawa terutama fisik harus sehat.
 
Setelah semua rangkaian hari itu kami lalui, aku tetap belum merasakan kepuasan. Aku sangat tertarik dengan ilmu-ilmu yang lain yang tidak aku ketahui, entah itu dari kampus lain atau bukan, terutama di STMIK El Rahma sendiri. Aku merasa menemukan keluarga baru di ERAPALA. Sungguh mereka baik-baik orangnya, mereka seperti kakak yang sayang pada adiknya. Ramah seperti alam yang ramah setelah mereka ramahi.
 
ean
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s