GARA-GARA TIDAK MAKAN, MAU PINDAH AGAMA

BISMILLAHSeorang remaja yang sedang kuliah atau pun kerja di luar kota sudah pasti disebut merantau. Sebagai anak rantau sudah pasti jauh dari orang tua, tetapi jangan sampai jauh dengan sang Maha Pencipta yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyak sekali cobaan di perantauan itu terutama di segi kesehatan yaitu makanan. Sekarang untuk di daerah istimewa Yogyakarta sendiri Rp.3.000,- sampai Rp.6.000,- sudah dapat dengan ayam. Rp.1.000,- sampai Rp.1.500,- juga sudah dapat nasi goreng dan nasi tempe itupun dapatnya di angkringan..hehe.he.. Belum tentu di kota-kota yang lainnya seperti Bandung dan Jakarta, mungkin bisa sampai Rp.10.000,- atau bisa juga lebih.

Ada salah seorang mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta dia berasal dari luar Jawa. Ia bernama Hasan, sehari-hari tinggal di kost, sedangkan untuk makan biasanya susah karena masalah biaya. Tetapi ia sangat beruntung karena teman-temannya begitu baik padanya, ada yang membelikannya ia makan dan ada juga yang mengajaknya untuk ke tempat temannya itu lalu makan dan bersama.

Tetapi terkadang Hasan juga dikirim dari orang tuanya, tetapi sering sekali cepat habis, karena kalau Hasan pegang uang itu sehari atau dua hari langsung habis. Ia tidak berfikir untuk besok makan ataupun membeli makanan lainnya. Ketika uang yang ia punya habis ia sering mendekati teman-temannya. Ada temannya yang sangat dekat dengan Hasan yaitu Dodit. Dodit sendiri orangnya baik. Hasan juga sering di kasih uang untuk makan sama Dodit, kejadian itu pun tidak terjadi satu atau pun dua kali tetapi sering.

Sehingga suatu ketika Dodit merasa resah karena Hasan sering sekali dibelikan makan, Dodit juga banyak kebutuhannya. Tetapi ketika Dodit mau pulang Hasan selalu minta untuk di ajak dengan tujuan supaya Hasan diberikan makan gratis lagi. Dodit pun mulai mengjauh sedikit demi sedikit supaya tidak terlalu sering Hasan main ke rumah. Hasan pun merasa aneh dan kelihatan marah kalau tidak di ajak ke rumah Dodit. Waktu itu Dodit pulang tetapi tidak bilang, dan Hasan pun SMS sehingga terjadi percakapan lewat SMS.

Dodit         :    lagi dimana bro ??

Hasan        :    di kost, kamu dimana ??

Dodit         :    aku di rumah.

Hasan        :    lapar e, malas bgt gue, kamu gak ngajak-ngajak pulangnya ?

Dodit         :    terus aku harus bilang apa ?

Hasan        :    kamu harus bilang wow lah, temenmu lagi susah juga, dari pagi belum makan ini, ini perut bernyayi.

Dodit         :    aduh, kenapa lagi kamu, ya sabar, pinjem dulu ke temen rey temen kostmu.

Hasan        :    Rey juga tidak ada duit ini, dia juga belum makan.

Dodit         :    haduh, masak aja, tapi kan aku juga tadi lagi ada kesibukan.

Hasan        :    sabar mulu, lama-lama pindah agama juga gue, lagian Allah gak ngasih duit mulu.

Dodit         :    teman-teman di kost mu tidak gak pada tlaktir apa ? Sabar, masa mau pindah agama gara-gara gak makan, haduh.

Hasan        :    kalau secara logika memang tidak masuk akal bro, karena logika tidak memandang jauh dekatnya seseorang bersangkutan tersebut, sama saja idealnya terkecuali aktualnya bro. Pertama Allah ngerti gak sama keadaan kita, jikalau Allah benar-benar maha adil, di mana letak keadilannya ?

Dodit         :    bagaimana Allah memberi kalau kita tidak pernah meminta dan bila kita jauh dari Allah, ibarat teman dekat sama oranggak kenal. Secara logika mana yang akan member.

***

Dari percakapan antara Hasan dan Dodit, kita dapat mengambil hikmahnya. Terkadang memang banyak sekali cobaan untuk perantau baik yang kerja ataupun yang kuliah. Harusnya Hasan banyak bersyukur karena banyak teman-temannya yang sangat baik padanya.

Bersyukur tidak hanya kita sedang senang saja, sedang sakit pun harus bersyukur karena yang bikin sakit dan menyembuhkan hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita masih diberikan umur sampai saat ini harus beryukur, karena yang namnaya mati itu tidak ada yang tahu, bisa besok, nanti bahkan sekarang. Jadi kita harus siap dan semasih ada waktu kita pergunakan untuk kebaikan dan mengumpulkan amal untuk akhirat nanti.

Sungguh merugi orang yang mati dalam keadaan maksiat, dan sungguh beruntung orang yang mati dalam keadaan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s