ASIKNYA KEBERSAMAAN

BISMILLAHHari Jum’at adalah hari yang istimewa bagi Encep, seorang mahasiswa asal Ciamis yang merantau di Yogyakarta. Hari Jum’at itu sangat bagus, jika seseorang bersedekah maka sedekahnya seperti di bulan Ramadhan, dan hari Jum’at itu hari yang beda dengan hari-hari yang lainnya, kenapa ?? yaitu setiap laki-laki wajib untuk sholat Jum’at..he..he..

Hari Jum’at sekitar pukul 15.30 atau sehabis sholat asar biasanya kebanyakan orang lakukan untuk istirahat atau santai-santai di rumah. Bagi yang merantau santai-santainya di kost. Tetapi Jum’at sore itu bukan hari untuk istirahat atau santai-santai bagi Encep sendiri. Jum’at sore itu hari dimana ia harus masuk kuliah, kebetulan mata kuliah Aljabar Linier. Ia berangkat dengan jalan kaki karena sepedah kesayangannya yang biasa menemaninya kemana-mana sedang sakit..hehe..hehe Entah kenapa ban depannya tidak bisa berputar baik ke depan maupun ke belakang. Masalah itu tidak terlalu dipikirkan, karena masih bisa jalan kaki untuk berangkat ke kampus.

Meskipun jalan kaki Encep tetap semangat, dan ketika sampai di kampus, teman-temannya pun sudah lumayan banyak yang datang. Sekitar 15 menit lebih menunggu ternyata dosennya pun tidak datang, tetapi tetap dikasih tugas yaitu mengerjakan soal UTS yang Minggu lalu. Tidak seperti biasanya teman-teman semangat berangkat kuliah di sore itu. Ternyata ada salah seorang mahasiswa berangkat karena mengharapkan telaktiran atau makan-makan dari teman sekelasnya yaitu Arif Afandi. Encep sendiri memanggilnya kang Arif, memang kebanyakan teman-temannya juga memanggilnya kang Arif.

Memang sebelumnya Kang Arif sendiri sudah mengumumkannya di grup facebook seperti ini “mlm Jum’at ono acara ra iki??

Mlm jum’at udah pada punya acara blom temen2?”

Dari status seperti itu teman-teman sudah menebak mau makan-makan. Dan otomatis komen dari teman-teman kelas pun menyambutnya dengan senang hati. Siapa sih yang tidak mau di ajak makan-makan, apalagi anak kost, biasanya nyarinya yang gratisan..he..he..

Suasana di kampus pun semakin ramai ketika semuanya sudah datang, mengerjakan soal Aljabar Linier itu agak lama, memang soalnya sedikit paling juga selembar kertas kecil tapi isinya itu bisa sampai dua atau tiga kertas polio. Waktu mengerjakan pun sampai maghrib. Setelah selesai azan pun berkumandang, mereka langsung ambil air wudu terus sholat. Setelah selesai sholat mereka bersiap-siap untuk berangkat makan-makan..hehe.. Encep dan teman-teman yang lainnya tidak tahu mau makan di mana, yang jelas tinggal ngikut aja. Semuanya tergantung yang ngajak saja yaitu kang Arif.

Setelah lama diperjalanan akhirnya sampai juga ditempat, ternyata makan-makannya di Angkringan Mbah Harjo atau lebih dikenal dengan Angkringan Wijilan. Setelah motor sudah dipalkir rapi, semuanya langsung memesan minum dan mengambil makan. Encep sendiri bingung mau milih makan sama apa, karena banyak sekali pilihan lauk pauknya. Waktu itu Encep bareng sama Maman ketika mengambil makan, ia segera mengambil nasi tapi bingung mau ambil lauknya apa. Ia pun mengikuti Maman dibelakang, Maman juga bingung tetapi bingungnya Maman itu bukan gara-gara banyaknya makanan yang mau diambil, melainkan dia nyari-nyari sambal kesukaan dia. Sepertinya Maman tidak bisa makan tanpa sambal..hehe.

Dian sendiri bolak-balik terus ketika mau mengambil makanan, dia juga bingung mau ambil makanan apa, dan akhirnya dia mengambil nasi angkringan dua bungkus. Setelah semuanya sudah mengambil nasi langsung ke atas, ke tempat makan. Karena tempat makannya di atas. Setelah makan selesai dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol dan gitar-gitaran dan foto, meskipun tempatnya tidak terlalu terang yang namanya ngeksis itu harus..hehe..hehe..

Mendengan pembicaraan Maman yang bertanya kepada kang Arif ada acara apa sehingga kang Arif bisa mengajak teman-teman makan disini. Karena satu Minggu kebelakang kang Arif bertambah genap umurnya menjadi 22tahun. Tetapi bukan berarti umur di dunia kang Arif itu lebih lama melainkan berkurang. Dan kang Arif sendiri baru diterima kerja disalah satu toko. Maka dari itu kang Arif mengajak syukuran bersama teman-teman.

Subhanallah, begitu mulianya kang Arif sehingga mau berbagi kepada teman-temannya. Mudah-mudahan kebaikannya di balas oleh Allah dengan yang lebih baik dan banyak lagi dan di catat menjadi amal kebaikannya..aamiin..

Padahal teman-teman yang ikut dalam acara makan-makan itu ada 18 orang. Mau berapa pun banyaknya yang namanya kebaikan itu tidak usah diperhitungkan. Berbuat baik itu tidak usah dipikir-pikir langsung saja action, yang harus dipikir itu ketika kita berbuat yang salah. Dari semua teman-teman yang ikut makan-makan, yaitu :

  1. Arif Afandi
  2. Encep Andi Nugraha
  3. Abdurrahman Ar-rohim
  4. Hammad Mushoffa
  5. Ali Hasan
  6. Kholid Nurrahman
  7. Dian Hardiyanto
  8. Ditya Lingga Watestha
  9. Anis Khoirul Khakim
  10. Eko Mardiyanto
  11. Dwi Imam Prianto
  12. Anin Rodahad
  13. Bisri Mustofa
  14. Istiana Rahmawai N.
  15. Atika Nur Asmara
  16. Erna Priastuti
  17. Hurin Alviani
  18. Novi

Dari semua teman-teman yang ikut itu dari kelas yang sama yaitu dari kelas Teknik Informatika, cuma dua orang yang beda dari Komputer Akuntansi yaitu Hurin dan Novi.

Setelah makan-makan selesai semuanya lanjutkan untuk ngobrol-ngobrol, kebetulan kang Arif membawa gitar dan mainan gitar dulu dan foto-foto.

Setelah itu dilanjutkan pulang, tetapi teman-teman tidak langsung pulang, melainkan main dulu di pelengkung gading. Tetapi kang Arif malah duluan untuk pulang, mungkin ada keperluar sehingga kang Arif pulang duluan.

Ketika sampai di pelengkung gading tidak jauh dengan yang namanya kamera, yaitu foto-foto.

imam 2

 Ini adalah Dwi Imam Prianto, dia sedang galau. Manakah yang aslinya. 🙂

SAM_7187

SAM_7177x

SAM_7192

SAM_7185x

Ketika asik foto-foto dengan bergiliaran orang yang memotretnya, tiba-tiba kang Arif datang. Ternyata kang Arif kembali lagi untuk berkumpul. Sehingga terasa menyenangkan kebersamaannya.

Setelah tiba kang Arif tidak usah berbicara panjang lebar, dia ternyata langsung ikutan foto juga, coba lihat :

SAM_7208x

Coba lihat kang Arif langsung exsit kan..hehe..he..
Gaya seperti ini jangan ditanya, foto dengan gaya seperti itu sudah menjadi permanen gayanya kang Arif, tidak percaya coba tengok tuh foto-fotonya kang Arif di facebook. Gimana caranya ? gampang, tinggal klik disini.

SAM_7201x

Nah kalau yang ini foto kang Arif dengan teman-teman dengan ekpresi muka yang sangat konyol. Bisri sengaja ketika foto suruh Encep untuk tangannya seperti mau menyakar kepalanya kag Arif dan ternyata dibelakangnya Encep ada Eko dengan gaya mau menyakar kepala Encep juga.

Tetapi yang beda dari foto itu, yaitu Dian, coba lihat gayanya seperti sedang mencari jejak yaitu mencium sesuatu..he..he..

SAM_7199

SAM_7202

SAM_7209Kalau foto yang satu ini Kang Arif kelihatan sedang galau, galau memikirkan “Tidak mau jauh-jauh dan tidak mau terpisah dengan sahabat-sahabatnya, dan sangat yakin suatu saat nanti akan sukses semuanya”.. aamiin..

Ketika teman-teman yang lain asik bermain gitar, Encep dan Maman malah sedang asik melihat pemandangan ke bawah, dan waktu itu melihat juga seorang bapa-bapa pengemis yang sedang duduk di dekat lampu merah. Maman pun langsung terharu melihatnya dan berniat untuk mengasih uang ketika pulang nanti. Encep juga menambahkan uang untuk dikasihkan ke pengemis itu.

Setelah hampir 30 menit bermain gitar dengan teman-teman, gerimis pun datang. Teman-teman semuanya segera bersiap-siap untuk

Biasa lah buat kenang-kenganan, dan inilah fotonya :

 

SAM_7196xCie..cie. Foto ini kelihatan sangat mesra kelihatannya, padahal aslinya Bisri cuma ingin melihat bagaimana caranya Dian mengecek pulsa..haha..haha.

SAM_7210

    SAM_7205x

SAM_7181

SAM_7181

Terima kasih kepada sahabat kita semua yaitu Hammad Mushoffa, karena berkat dia foto itu ada, karena Hammad sendiri yang memotretnya.

SAM_7176xFoto ini tidak tahu siapa yang memotretnya, Encep kelihatannya sedang memegang HPnya, memang benar. Tetapi ia sedang menulis, menulis hal yang akan di buat cerita. Yaitu cerita yang teman-teman baca sekarang ini.

***

Asiknya kebersamaan ini bukan yang terakhir kalinya, meliankan kapan-kapan akan bersama lagi. Tidak cuma kapan-kapan tetapi selamanya akan terus bersama. Meskipun nantinya akan berjauhan ketika sudah berkeluarga. Tetapi hari kita semua akan tetap dekat dan tidak bakal melupakan kebersamaan ini.

Suatu saat nanti bakal lebih banyak lagi kita semua berkumpul dengan sahabat-sahabat yang lainnya juga.

Dan suatu saat nanti kita semua akan sukses dan menjadi para pengusaha sukses.

KARENA ALLOH KITA SEMUA SUKSES…AAMIIN..

sahabatmu

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s