Setau saya manusia itu di ciptakan berpasang pasangan. Iya kan? Tapi ada beberapa manusia yang tak mendapat pasangan. itu bagai mana? Terus kalau yang poligami sih itu gimana. Apakah istri-istrinya itu bagian dari tulang rusuknya??

Pertanyaan :

Setau saya manusia itu di ciptakan berpasang pasangan. Iya kan? Tapi ada beberapa manusia yang tak mendapat pasangan. itu bagai mana?  Terus kalau yang poligami sih itu gimana. Apakah istri-istrinya itu bagian dari tulang rusuknya??

Jawaban :

Iya memang betul manusia diciptakan berpasang-pasangan. Karena ada dalilnya seperti ini:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. ASY SYURA. 11)

Untuk jawaban yang ke dua masalah tidak mendaptkan jodoh bagai mana? Kalau masalh dapat jodoh atau tidak sesungguhnya kita sudah ditetapkan oleh Allah, perkara dapat atau tidak itu urusan Allah namun kita punya kewajiban mencari. Terntunya denga cara-cara yang telah di’ridai oleh Allah, masalahnya mencari pasangan adalah sebuah amal sholeh perkara dapat atau tidak itu semua ketetapan Allah, namun usaha kita dalam mencari jodoh yang sesuai dengan aturan Allah menjadi catatan amal tersendiri untuk kita.

Megenai apa saja yang telah di tetapkan Allah kepada kita ini Ada Hadits panjang riwayat Muslim. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah).

Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya , ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Shahih Muslim No.4781)

Catatan makna kata rezekinya dalam Hadits diatas salah satunya Jodoh. Kalau masalah poligami itu sudah jelas dalam (Q.S AN NISAA’ :3) dan tidak ada pertentangn di para ulama masalah poligami. Dalam kasus tulang rusuk, sepemahaman saya makna tulang rusuk berdasarkan Hadits-Hadits yang ada, itu adalah makna kiasan untuk menunjukkan bahwa posisi wanita itu adalah belahan jiwa, atau pendamping dari laki-laki, bukan kah kita sudah tahu bahwa manusia keculai 3 orang (Nabi Adam As, Nabi Isa As, Dan Hawa) semuanya tercipta dari campuran sperma dan sel telur. untuk meperjelansnya ini ada beberapa Hadits yang menyinggung masalah tulang rusuk.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

Menurut riwayat Muslim:

“Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah memcerainya.” Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. (HR. Ath-Thahawi)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari”.

Menurut riwayat Muslim:

“Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah memcerainya.”Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. (HR. Ath-Thahawi).

Wallahu’alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s