Kisah Bayi Berbicara Menangkal Fitnah

Kisah Bayi Berbicara Menangkal Fitnah
NET
Masjidil Haram.

TRIBUNNEWS.COM – JIKA kita mendengar nama Nabi Yusuf,  pastilah langsung teringat dengan kisah ketampanannya. Selain tampan, Nabi Yusuf juga dianugrahi kemampuan menafsirkan mimpi, ahli perekonomian dan ahli siasat perjuangan.

Yusuf AS adalah putra nabi Ya’qub yang putra Nabi Ishaq yang putra Nabi Ibrahim. Yusuf disebut-sebut dalam Alquran sebanyak 26 ayat. Sebanyak 24 kali disebut dalam surat Yusuf dan dua lagi di Surat Al An’am dan Al Mukminuun.

Selain kisah dibuangnya nabi Yusuf lewat persekongkolan jahat para saudaranya– Kecuali Bunyamin. Ada sebuah kisah tentang keajaiban yang bisa membebaskan Yusuf bisa dari jerat fitnah.

Benih cinta sudah lama terpendam di dalam kalbu Siti Zulaikha, ibu angkat Yusuf. Apalagi menginjak dewas, wajah Yusuf semakin nampak menawan, bagus dipandang. Zulaikha pun menanti-nanti waktu yang pas untuk mengutarakan maksudnya.

Pada suatu hari saat yang dinanti-nanti itu tiba. Saat itu kebetulan suaminya, Qithfirul Aziz sedang melaksanakan kunjungan kerja keluar kota. Setelah Qithfirul Aziz meninggalkan istana, Zulaikha pun bergegas menutup semua pintu. Zulaikha di dalam kamar dan berbaring sambil memanggil Yusuf (Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya, menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata; “marilah kesini” – Surat Yusuf: 23)

Yusuf yang mendengar dan melihat itu bergeming. Jiwa kenabian sudah ada di dalam diri Ysuf sehingga tak membuatnya terseret. Yusuf pun berkata: “Aku berlindung kepda Allah  sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik, sesuangguhnya orang yang dolim tidak akan beruntung”( Surat Yusuf ayat: 23)
Mendengar jawaban itu, Zulaikha segera bangun lalu mengejar Yusuf. Zulaikha mengejar, ditariknya baju bagian belakang Yusuf hingga robek.  Tiba-tiba datanglah Qithfirul Aziz. Lalu dengan cepat Zulaikha menghampiri suaminya dan berkata: “Apakah hukumannnya bagi seseorang yang hendak berbuat kejahatan terhadap istri engkau, kecuali dipenjarakan atau diberi siksaan yang pedih,” (Yusuf: 25)

Tak kala mereka sedang adu argumentasi hingga suasa menjadi bergemuruh, tiba-tiba datanglah pembantu Zulaikha sambil menggendong bayinya yang masih menyusui. Tak disangka, bayi itu tiba-tiba berbicara. “Jika kemejanya sobek di bagian depan, maka perempuan itu berkata benar, dan ia, Yusuf, termasuk orang yang berdusta. Tetapi jika kemejanya sobek dari sebelah belakang, maka perempuan itu berdusta, dan ia, Yusuf, termasuk orang-orang yang benar (Yusuf: 26-27)

Ketika Qithfirul Aziz mendengar suara bayi itu, maka segera saja Yusuf dieperiksa. Baju Yusuf sobek di bagian belakang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s