Perjuangan Mendapatkan Pahala Hilang Begitu Saja

Belajar dan terus belajar. Belajar itu tidak ada batasnya. Sampai kapanpun harus tetap belajar, terutama belajar memahami hidup. Belajar selalu melaksanakan perintah-Nya dan belajar menjauhi larangan-Nya. Ada seorang perempuan yang sedang mencari pahala dengan belajar bahasa Arab tetapi ketika pulang pahala itu pun hilang begitu saja.

Penasaran, mari baca selanjutnya….

Hari Senin dan Selasa itu hari dimana untuk belajar bahasa Arab bagi Eko, Andi, Kholid, Imam dan teman-teman yang lainnya, belajarnya di mulai pukul 13.00 sampai 14.00. Pesertanya mahasiswa dan mahasiswi dari STMIK El Rahma Yogyakarta, paginya mereka gunakan untuk kuliah sampai duhur, setelah itu nunggu sampai dimulainya bahasa Arab, biasanya mereka tidak pulang langsung ke kost, tetapi menunggu Ustadz Ahmad di masjid Jami, masjid dimana tempat untuk belajar bahasa Arab. Ustadz Ahmad adalah yang mengajar bahasa Arab di Masjid Jami Karangkajen Yogyakarta.

Sambil menunggu Ustadznya datang, biasanya ada yang digunakan untuk istirahat, mainan HP, membaca, Kholid, Imam dan yang lainnya biasanya lebih memilih untuk tiduran sekitar 30 menitan, tetapi ada juga yang sampai ketiduran sampai ustadnya datang. Pernah waktu itu Imam ketiduran sampai pukul 13.00, untung Andi bangunkan untuk segera naik ke atas ke lantai dua untuk belajar bahasa Arab karena sudah di mulai.

Belajar bahasa Arab ini seperti kuliah pada umumnya setiap yang hadir harus mengisi absen. Dan yang tidak hadir otomatis ya tidak mengisi absen..hehe.. Tetapi kalau tidak hadir sampai tiga kali bahkan lebih itu nantinya akan ditanyakan oleh pa Irfan. Pa Irfan adalah dosen yang menawarkan untuk belajar bahasa Arab, jadi meskipun pa Irfan tidak hadir di setiap belajar bahasa Arab, beliau tetap tahu siapa saja yang selalu hadir dan tidak hadir.

Pernah waktu itu hampir 80% mahasiswa yang mengikuti belajar bahasa Arab kebanyakan tidak hadir. Pertemuan yang akan datang yang harusnya untuk belajar bahasa Arab ternyata diliburkan karena untuk mengumpulkan mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti bahasa Arab. Karena Minggu kemarin kebanyakan tidak berangkat dan ketika semuanya sudah kumpul pa Irfan pun langsung bicara untuk masalah kelanjutan belajar bahasa Arab, apakah mau dilanjutkan atau cukup sampai disini. Mahasiswa pun serentak menjawab dilanjutkan. Setelah itu pa Irfan mengabsen satu persatu untuk ditanyai kenapa Minggu kemarin banyak yang tidak hadir. Ada yang menjawab sibuk dengan kuliah tambahan, ada yang mengerjakan tugas untuk besok bahkan ada juga yang mengaku ketika ditanya itu malas. Memang penyakit mala situ selalu ada dan selalu menghampiri kita. Kita harus mempunyai niat yang kuat supaya malas itu hilang.

Kesimpulan dari rapat pun belajar bahasa Arab tetap dilanjutkan, keesokan harinya ketika belajar bahasa Arab, ada seorang akhwat bernama Desi yang jarang sekali berangkat. Tetapi di waktu itu ia berangkat. Subhanallah mungkin ia ingin melakukan kebaikan dan merasakan pentingnya belajar bahasa Arab, karena setipa seseorang melakukan kebikan insyallah mendapatkan pahala dan kebaikan atas apa yang ia perbuat. Termasuk belajar bahasa Arab juga akan mendapatkan pahala.

Tetapi beda dengan Desi ketika belajar bahasa Arab itu selesai pahala yang ia dapatkan hilang begitu saja. Ketika pulang ia sampai jalan langsung dijemput oleh sang pacar. Dan anehnya ketika Andi sedang makan di angkringan sekitar pukul 21.30. Andi melihat Desi dan pacarnya baru pulang entah dari mana, yang jelas baju yang di kenakan mereka sama seperti waktu dipakai belajar bahasa Arab.

Kenapa pahala yang Desi dapat bisa hilang begitu saja, karena ketika pulang Desi dijemput oleh pacarnya yang jelas-jelas bukan mukhrimnya, dalam Islam sendiri tidak ada yang namanya pacaran Islami. Jadi DesiĀ  percuma kalau untuk mengikuti belajar bahasa Arab kalau ia sendiri masih pacaran. Memang tidak apa-apa tetapi ia harus tahu pahala yang telah ia dapat itu bisa hilang tanpa ia sadari.

Pacaran itu mendekati zina, zina mata, zina hati, pandangan dan masih banyak lagi yang lainnya. Semakin lama dia pacaran semakin bertambah juga dosa yang ia dapat. Karena pacaran itu ibarat belum pasti jadinya, tetapi sudah pasti dosanya.

Mudah-mudahan mereka tahu apa yang dilakukannya itu hanya mendapatkan dosa. Yang namanya umur kan tidak ada yang tahu, sungguh merugi ketika seseorang mati dalam keadaan bermaksiat dan sungguh beruntuk seseorang mati dalam keadaan beribadah kepada Allah.

Semasih umur kita di dunia ada, mari kita gunakan untuk hal-hal yang positif dan mengumpulkan bekal untuk akherat nanti. Banyak dosa yang selama ini diremehkan oleh remaja, salah satunya pacaran itu tadi. Silahkan baca untuk DOSA BESAR YANG DIREMEHKAN REMAHA.

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s