SEMANGAT ORANG-ORANG PILIHAN

Mading atau majalah dinding.  Siapa sih yang tidak tahu mading, mading itu biasanya berada di sekolah-sekolah, dari mulai sekolah TK, SD, SMP, SMA bahkan di kampus juga ada.

Andi dan Imam, mereka adalah seorang mahasiswa STMIK El Rahma Yogyakarta, mereka saat ini mengambil jurusan Teknik Informatika semester II. Mereka sedang sibuk-sibuknya dengan tugas dan tugas, ditambah ketika mau UTS mereka berdua hampir tidak bisa mengikuti. Karena mereka berdua belum lunas membayar biaya semester. Tapi mereka yakin mereka masih punya Allah, sehingga mereka yakin tetap bisa mengikuti UTS walaupun belum bisa melunasi biaya semester.

Mereka berdua lapor kepada FO. FO itu yang mengurusi keuangan di kampunya. Dan Alhamdulilah mereka berdua mendapatkan surat dispensiasi untuk berjanji membayar sisa uang semester kapan.

Keesokan harinya Andi ketika selesai pelajaran, ia duduk-duduk santai di depan perpus, kebetulan dekat juga dengan mushola yang di depannya ada mading. Tak lama kemudian mata Andi terfokus kepada famflate yang bertuliskan KIPAS (Kuliah Islam Paket Semester). Andi segera mendekati mading dan membacanya. Ternyata KIPAS itu sebuah kajian yang konsepnya mirip seperti kuliah pada umumnya, yang berbeda hanya pembahasan materinya saja. Dan membayar pendaftaran hanya Rp. 15.000,- sangatlah murah dibanding dengan ilmu yang nantinya akan di dapat.

Setelah itu Andi sengaja memendam keinginannya untuk mengikuti KIPAS tersebut. Dengan tujuan ia ingin mengetes teman-teman di kampusnya, apakah mereka juga tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Islam. Tak lama kemudian Andi pun melihat Imam datang mendekati mading, dan Andi sangat jelas melihat Imam membaca famlate KIPAS. Andi berharap semoga Imam juga tertarik untuk mengikuti KIPAS tersebut.

Beberapa hari kemudian Imam pun mengajak Andi untuk mengikuti KIPAS tetapi dengan nada becanda. Andi pun dengan sengaja membiarkan Imam supaya bersungguh-sungguh untuk mengikuti KIPAS.

Keesokan harinya ketika Andi dan Imam sedang duduk santai di mushola. Imam pun mengajak lagi untuk mengikuti KIPAS dengan nada yang sungguh-sungguh. Awalnya Andi sempat tidak percaya, tetapi Imam menunjukan bukti bahwa ia benar-benar ingin mengikuti KIPAS. Ia menuntukan sebuah SMS kepada Andi. Ternyata isi SMSnya Imam sudah daftar untuk mengikuti KIPAS, bahkan nama Imam sudah terdaftar untuk mengikuti KIPAS.

Dalam hati Andi berkata “Subhanallah, semoga Imam istiqomah dengan semangatnya mengikuti Kuliah Islam Paket Semester sampai full selesai” aamiin.

Keesokan harinya ketika hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, yaitu untuk berangkat menghadiri kuliah perdana Islam paket semester. Imam pun sekitar pukul 19.30 pergi ke kost untuk menjemput Andi. Acara KIPAS tempatnya di Masjid Margoyoso, Andi sendiri belum tahu dimana tempatnya itu, tetapi Imam sudah tahu namun jalan masuknya yang Imam tidak tahu, akhirnya ketika diperjalanan mereka bertanya kepada seseorang, kalau tidak bertanya kan nantinya setat dijalan, petapah mengatakan “Malu Bertanya Sesat di Jalan” .. hehe..he

Dan akhirnya ketemu juga masjidnya, mereka pun segera masuk sebelum masuk seperti biasa mengisi absen dulu. Imam kaget dia ternyata paling muda usianya di banding dengan teman-teman yang linnya yang mengikuti KIPAS, dan sepertinya cuma mereka berdua saja yang anak remaja semuanya bapak-bapak bahkan ada juga yang sudah kakek-kakek. Subhanallah beliau masih semangat untuk mengkaji Islam lebih dalam lagi.

Ayo untuk anak remaja jangan mau kalah, mumpung masih sehat dan masih ada umur, mari kita gunakan untuk kebaikan dan mencari bekal untuk menuju akhirat nanti.

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s