Rezeki Itu Sudah Ada Yang Ngatur

 Cerita ini adalah kisah nyata, namun kronologinya berbeda karena sudah dibumbuhi dengan khayalan seorang penulis 🙂

index

Suatu hari ada dua orang mahasiswa, mereka bernama Kholid dan Imam. Tempat tinggal mereka lumayan jauh dari kampus sekitar setengah jam kalau di tempuh menggunakan kendaraan, itu pun menggunakan kendaraan motor. Kebetulan mereka tinggal di masjid, menjadi takmir. Setelah kegiatan belajar di kampus selesai mereka langsung pulang ke masjid karena mereka ingin istirahat. Ketika di perjalanan pun Kholid yang mengendarai motor itu, Imam sendiri kelihatan sangat lelah, padahal yang mempunyai SIM itu Cuma Imam sedangkan Kholid belum mempunyai.

Ini adalah foto Iman & Kholid :

1375683_506233522806564_308340960_nImam
 
1476033_574635539299695_728793863_nKholid
 

Ayo lanjut ke cerita 🙂

Ketika diperjalanan mereka bertemu dengan si merah. Biasa lampu mereh yang tugasnya memberhentikan kendaraan.hehe. Mereka pun mematuhi rambu-rambu lalu lintas, secara mereka itu mahasiswa yang rajin dan tidak sombong lagi. 🙂 Ketika lampu hijau nyala, begitu banyak motor yang antri di lampu merah yang siap-siap untuk melaju, mereka kebetulan berada di urutan yang paling belakang. Ketika mereka melaju pas melewati lampu hijau itu angkanya sudah mendekati satu alias mau habis dan kembali lagi ke lampu mereh. Pas angka di lampu hijau itu mendekati angka 1, mereka pun tetap menjalankan motor, tak lama lampu merah pun nyala. Mereka tetap berjalan saja dengan tenang, dan tak lama kemudian ada suara “PRIT..PRIT..PRIT..”, itu suara peluit polisi yang menandakan mereka suruh berhenti dan mereka resmi di tilang.

Kholid dan Imam sangat kebingungan karena di waktu itu mereka tidak membawa uang sama sekali, lagi pula tilangan itu harus di bayar Rp. 100.000,- Kholid sangat bingung bagaimana caranya membayar tilangan tersebut. Tak lama ia pun teringat dengan saudaranya ketika itu menitipkan uang untuk membeli modem, dan ia pun di kasih uang untuk jajan sebesar Rp. 50.000,- ia pun segera bergegas menuju ATM untuk mengambil uang. Ia ternyata masih bingung karena uang untuk membayar tilangan kurang Rp. 50.000,- lagi, tetapi ia nekat untuk meminjam uang saudaranya yang tadinya untuk membeli modem. Masalah bagaimana cara menggantinya itu urusan nanti, yang penting sekarang harus selesai ini urusanku sama polisi, ujar Kholid.

Setelah uang di ambil lalu dibayarkan ke polisi, mereka pun selamat dan akhirnya pulang ke masjid tempat tinggal mereka. Kali ini Imam yang di depan karena takut ada tilangan lagi. Kalau Imam di depan kan dia punya SIM jadi aman.

Setelah sampai masjid ia mengeluarkan uang sisa tilangan dan yang ada di ATM, apakah masih cukup untuk membli modem saudaranya, karena besok harus sudah ki kirim modem itu ke saudaranya. Dan Alhamdulilah uangnya masih cukup untuk membeli modem saudaranya. Setelah itu mereka menghitung sisa uang untuk keseharian mereka, dan masih ada sisanya, yaitu Rp.1000,- mereka sempat bingung bagaimana untuk makan, tetapi mereka yakin dengan uang segitu masih tetap bisa makan, karena untuk nasinya mereka masak sendiri. Lalu mereka pergi ke warung untuk membeli lauk pauk untuk makan, dan ternyata yang di dapat cuma kerupuk dan kecap saja. Tetapi mereka sangat mensyukurinya, karena di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa makan, mereka sangat yakin kalau rezeki itu sudah ada yang ngatur.

Beberapa hari kemudian, mereka kedatangan tamu dari salah seorang bapa-bapa dari pihak masjid untuk memberi uang untuk makan. Mereka berdua sangat senang dan bersyukur. Rezeki yang mereka dapat itu cukup untuk makan sehari bahkan lebih sampai-sampai cukup untuk satu Minggu. Subhanallah.

Bersykur itu tidah harus menunggu kaya ataupun senang, kita  masih bisa bernafas, melihat, mendengar dan masih banyak yang lainnya itu juga harus di syukuri.

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s