KEBERUNTUNGAN YANG TIDAK DISANGKA-SANGKA

Masker, itulah yang diinginkan Andi remaja asal Ciamis yang kuliah di STMIK El Rahma Yogyakarta, dia ingin membeli masker, terutama masker ideologis. Kebetulan teman kampusnya ada yang menjualnya, dia bernama Hesti anak SI (Sistem Informasi). Kalau Andi sendiri anak TI (Teknik Informatika), tapi Andi tidak jadi membeli karena uangnya harus digunakan untuk membayar kost terlebih dahulu, beberapa hari kemudian ada uang sekitar Rp. 20.000,- tapi Andi gunakan untuk makan sehari-hari.
Akhirnya Andi tidak jadi membeli masker lagi, hari demi hari sampai tidak ada lagi uang yang disisihkan untuk membeli masker, adapun sedikit uang tapi untuk biaya makan sehari-hari. Dan sampai satu bulan Andi belum juga membeli masker yang dia inginkan. Tapi Andi sabar dan terus bersabar, mungkin belum saatnya nanti juga kalau ada uang lebih bisa buat beli masker, ujar Andi.
Suatu hari ketika Andi sedang kuliah melihat brosur tertempel di madding kampus El Rahma, brosurnya berisi ada Training Leadership, dengan pemateri Bp. Hartono ST. Acara itu pun berlangsung pada hari Minggu tanggal 29 Desember 2013.
Satu Minggu sebelumnya Andi sudah menyiapkan diri untuk ikut Training Leadership itu. Ada uang atau pun tidak ada pokoknya aku harus ikut Training itu, ujar Andi. Malam acara Training Leadership itu Andi mempunyai uang sebesar RP. 20.000,-. Karena daftar Training itu harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000,- tapi tidak masalah untuk Andi sendiri.
Minggu (29/12) Training Leadership pun dilaksanakan, Andi lupa pukul berapa Training itu dimulai. Akhirnya Andi SMS sama temannya yang bernama Imam, dia kebetulan sebagai panitia dari acara tersebut. Kata Imam acaranya dimulai pukul 07.00. Andi sendiri kaget, karena jam segitu dia baru selesai nyuci baju.
HP Andi tiba-tiba berbunyi suara SMS, ternyata yang SMS itu sahabatnya Andi yang bernama Eko, dia juga ingin ikut acara Training Leadership, dia bertanya sama Andi ” kamu sudah daftar apa belum ? “, ujar Eko. Andi menjawab ” belum “. Ya sudah nanti saja kita daftarnya disana, ujar Eko menjawab SMS dari Andi.

Ketika Andi dan Eko tiba di kampus 1 STMIK El Rahma kok sepi, ternyata kampus 1 nya sedang digunakan untuk lomba Akuntansi se DIY. Ternyata acara Training Leadership tersebut di pindah jadi di kampus 2 STMIK El Rahma. Ketika Eko dan Andi tiba di kampus II pun kelihatan masih sepi belum ada siapa-siapa, disana baru ada Kak Rahmono sebagai ketua panitia yang baru datang.
“ Andi bertanya kepada Kak Rahmono, “Kak kok masih sepi, memangnya acaranya dimulai pukul berapa ??” Kak Rahmono menjawab “acaranya dimulai pukul 08.00” ujar Kak Rahmono. Ternyata Andi dan Eko terlalu pagi berangkatnya (terlalu semangat kali yaa J).. Lalu disitu Eko dan Andi mendaftar biaya pendaftaran. Setelah mendaftar, kebetulan Andi dan Eko belum sarapan pagi, kesempatan ada waktu untuk sarapan, dan akhirnya mereka pergi ke warung untuk sarapan, Andi cuma membawa sisa uang pendaftaran sebesar Rp. 5.000,-. Dan uang itu pun habis untuk sarapan Andi.

Tapi dengan membayar uang pendaftaran Rp. 15.000,- Andi di kasih snack dan makan. Jadi untuk makan siang Andi tidak usah beli, kalau beli juga pake apa, kan uangnya sudah habis..hehe..kok lama-lama malah ngomongin soal uang sih..hehe
Yu kembali lagi ke masker yang tadi, nah ketika acara Training Leadership akhirnya Andi mendapatkan masker apa yang dia inginkan ketika satu bulan kebelakang tanpa harus membayar alias gratis..tis..tiss…
Gimana caranya, kok bisa ?? Bisa donx, gini ceritanya ketika Training Leadership berjalan, biasa kan di tengah-tengah acara itu ada permainan atau biasa kita sebut game, yang pertama ada game mematahkan pensil dengan telunjuk tangan, sesi pertama pun Yanal dan Imron berani maju untuk mencoba mematahkan pensil, dan akhirnya mereka berhasil. Dan sesi kedua juga berhasil mematahkan pensil, tapi sesi yang ketika pensil yang dipatahkan oleh saudara Kholid tidak patah tapi dia berusaha mematahkan sampai 2x, tapi yang ketiga Alhamdulilah berhasil dipatahkan juga berkat kerja kerasnya dia dan tidak putus asa ketika gagal menghadapi masalah.
Game yang selanjutnya itu mengangakat beban, contohnya si A mengangkan si B. waktu itu kebetulan ada 14 anak, jadi kami semua berpasang-pasangan, semua pasangan menggendong temannya, siapa yang paling lama berarti itu yang menang.
Ketika itu Andi berpasangan dengan Kak Yasin, Kak Yasin menggendong Andi. Kami kompak ketika panitia mengatakan mulai, semuanya diangkat. Satu menit berlalu semuanya tidak ada yang jatuh, satu menit setengah sudah ada 2-3 pasangan yang menyerah, terakhir tinggal pasangannya Andi dan Aris. Wah jangan-jangan aku bisa kalah nih, soalnya yang ngangkat Aris kuat, ujar Andi. Tapi Andi tetap optimis yakin akan menang, dan Kak Yasin sendiri berusaha supaya menang, dan akhirnya pasangan Aris menyerah, dan Alhamdulilah pasangan Andi dan Kak Yasin lah yang menang.
Dua bungkus hadiah pun diberikan kepada pasangan Andi dan Kak Yasin. Andi langsung duduk dan penasaran apa sih yang ada dalam kotak itu. Andi tak berpikir panjang, dia langsung membukanya, dan ternyata ketika isinya snack dan masker, masker yang selama ini Andi inginkan ternyata sekarang Andi memilikinya tanpa harus mengeluarkan biaya, Alhamdulilah ujar Andi.
Dari situ Andi sendiri banyak belajar, bahwa ketika kita menginginkan sesuatu yang kita inginkan, tapi belum terpenuhi. Kita jangan sampai bersedih apalagi putus asa, insyallah suatu saat nanti kita bakal memiliki apa yang kita inginkan.
Allah lebih tahu apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan.
ean
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s