JALAN-JALAN BERUJUNG BASAH-BASAHAN

       Diceritakan ada 3 seorang mahasiswa STMIK EL RAHMA YOGYAKARTA, sebut saja Andi, Sulis dan Maman, mereka ketika libur ngampus rencanaya mau pergi ke toko sepeda dan pergi ke Puskesmas, lhoo..siapa yang sakit ???   Tidak ada yang sakit kok. Terus kenapa ?? Mau tahu kelanjutannya, yuu baca, cekidoottt ….
      Andi, nama lengkapnya sih Encep Andi Nugraha, tapi dia sering dipanggil Encep / Andi. Dia orangnya baik, rajin menabung, dan sholeh.. aamiin. Andi ini asalnya dari Ciamis, sekarang tinggal di Yogyakarta, ngekost di Jl.Menukan. Kalau Sulis nama lengkapnya Sulis Tianto, dia sering dipanggil Sulis, dia asli orang Lampung, Lampung itu lho yang buat berenang. Itu pelampung.. hehehe.. Sulis orangnya asik, pintar fisikanya lagi, dia juga rajin menabung, tapi sayang uang tabungannya  yang dia celengin lama kelamaan bukannya nambah, tapi malah habis diambil buat jajan di angkringan..hehe. Dan yang satu lagi ini dia sering dipanggil Maman, nama aslinya sih Abdurrahman Ar-Rohim, dia asalnya dari Lombok, woooowww… Pedas.. hehe.. dikira lomboknya orang Jawa kali ya..hehe.. Maman ini orangnya baik, ngangenin, asik juga dan ngeselin terkadang kalau tingkah laku konyolnya dia dikeluarin..hehe..Maman juga ngekos di Jl.Menukan, tapi beda kostnya, kalau Sulis bareng sama si Andi.
       Suatu hari, janji mereka pun terlaksana, waktu menunjukan jam 08.00 pagi, tiba-tiba Andi mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Tokk…tokk..tokk..tokk, ketika aku lihat, eh…ternyata ada Sulis. Sulis pun ke kamarnya Andi, dia cuma mau menanyakan sudah makan apa belum. Cie.. J cie…perhatian banget yah Sulis sama Andi. (sudah jangan berpikiran yang tidak-tidak). Kebetulan Andi juga belum makan, kata Sulis; mau nitip enggak? Iya nitip lis, aku nitip nasi tempe dua, es tehnya satu dan risolnya empat. Busettt dah risoknya nyampe empat gitu..hehe  biasa risol itu kesukaannya si Andi. Lis nih uangnya. Ujar Andi.
       Setelah makanannya datang, Andi pun langsung memakannya, padahal dia belum mandi, tapi tidak masalah bagi Andi sendiri, yang penting perut saja dulu..hehe .. setelah makan selesai, baru dia mandi dan main facebook sambil menunggu azan Jum’at, kebetulan hari jum’at.
        “Allohuakbar Allahoukbar.. nah tuh suara azan Jum’at sudah berkumandang, Andi bergegas mengambil air wudlu dan berangkat ke Mesjid Al-Munir bareng sama Sulis. Setelah selesai sholat Jum’at Andi malah tidur, dan kebetulan kemarin Sulis mengajak pergi ke toko sepeda untuk melihat-lihat sepeda, karena rencana kalau ada yang bagus dia langsung sikat..hehe memangnya gosok gigi kali yah, main sikat saja J
       Kebetulan sehabis Jum’atan juga Andi ada janji sama Maman mau pergi ke Puskesmas mau minta surat keterangan sehat dan membeli Webing, karena untuk persyaratan ikut Erapala, apa tuh Erapala ? singkatannya itu El Rahma Pecinta Alam, salah satu organisasi pecinta alam di kampus STMIK El Rahma Yogyakarta.
        Ktek..ktek..ktik (suara Andi ngetik sms)..hehe.. Andi SMS ke Maman; “Dimana man ? tapi dia tidak membalas SMSnya Andi, beberapa menit kemudian Maman baru ngebales SMSnya Andi begini : “ sya lgi di isi pulsa di dekat warnet ijo, kmu dimana sekarang?, maaf baru bales”. Itu sms dari Maman tidak ada perubahan hak cipta sedikitpun..hehe..
        Tak lama kemudian Maman datang ke kostnya Andi, mereka ngobrol, lalu tak lama pun mereka berangkat. Berhubung Maman belum makan, jadi mau pergi ke tempat makan dulu, Maman makan di angkringan, Andi dan Sulis pergi ke pom bensin untuk mengompa sepeda, kenapa di pom ?? karena di pom kan geratis..hehe (biasa anak kuliahan kebanyakan nyari yang gratis), internetan juga nyari yang free… hehe..
       Setelah mengompa sepeda, mereka pun menghampiri Maman yang sedang makan. Lalu berangkat, tujuan pertama yang di tuju yaitu Puskesman. Andi sama Maman boncengan naik sepeda, kalau cape dia bergantian..hehe.. kalau Sulis naik sepedanya Maman.
       Ketika di tengah perjalanan Maman pun sudah lelah dan haus, ya sudah akhirnya Andi gentian giliran yang di depan yang ngontel..hehe.. Akhirnya sampai juga di puskesmas, kebetulan puskesman juga dekat dengan ATM, Maman pun pergi ke ATM terlebih dahulu, setelah itu baru kita ke puskesmas, ketika mau masuk ke Puskesmas, mereka pun bertemu bapa-bapa, ketika bertemu Sulis langsung bertanya : Pak, kalau mau membikin surat kesehatan gimana ? bapa-bapa itu pun menjawab, sudah tutup mas kalau sekarang, Andi bertanya lagi, pak tutupnya pukul berapa ya pa ? bapa itu langsung bicara nih liat (bapa itu sambil nunjuk jadwal bukanya puskesmas di dinding pintu), oh ya udah pa, besok lagi saja, ujar Andi dan Sulis.
       Setelah dari puskesman kita lanjutkan perjalanan menuju toko sepeda, ketika diperjalanan dengan asiknya Maman sambil mendengarkan musik pakai handsate dan menyanyi. Ketika sampai toko sepeda, kurang lebih ada 5 orang lebih bapa-bapa tua tukang sepeda menghampiri mereka, tentu saja Andi, Sulis dan Maman kaget, semuanya bertanya mau beli sepeda yang mana, mau pilih yang mana. Pokoknya macam-macam ketika pertanyaan itu dilontarkan kepada mereka bertiga. Di toko sepeda itu pertama sepeda yang Sulis dan Andi tanyakan itu harganya ada yang Rp. 1.200.000,- ada juga yang 1.4.000.000,- memang mahal, tapi sepedanya juga sesuai dengan harganya.
          Lalu Andi dan Sulis keliling nyari sepeda lagi, dan Maman masih menunggu di luar, tapi tak lama Maman juga ikut ke dalam, takut kali ya Maman di luar, takut pocong… hehe J Ada sepeda dengan kisaran harga antara Rp.700.000,- sampai Rp.750.000,- ada dua sepeda yang bagus menurut Sulis, dia bingung mau mana yang dibeli, memang bagus itu sepeda tapi kalau beli dengan harga Rp. 700.000,- nanti aku makan apa, masa harus puasa terus, ujar Sulis. Hee
       Setelah di piker-pikir dan minta pendapat sahabatnya yaitu Maman dan Andi, ternyata tidak jadi dibeli, karena terlalu mahal, siapa tahu di tempat lain ada yang lebih bagus dan harganya murah, kebetulan sku sekarang pengen BMX aja, kayanya enakan memakai sepeda BMX, seperti punya Andi, ujar Sulis.
        Andi mengajak Sulis dan Maman untuk pergi dari tempat sepeda itu, Andi dan Maman mending mencari webbing aja dulu sambil mencari sepeda juga nanti kalau ada toko sepeda. Ketika di perjalanan ada sebuah toko, namanya Mirota Kampus padahal toko itu seperti indomaret tapi besar. Andi berkata; apa ada ditempat kaya gitu Man, Maman pun menjawab, siapa tahu ada, kita coba saja dulu, akhirnya mereka masuk ke dalam. Tiba-tiba ketika sampai pintu masuk pas merasakan dinginnya AC, wuuuihhhh assiiikkk dinginnnn… hehe.. eh tiba-tiba satpam menghampiri mereka, satpam itu bilang, tolong mas tasnya dititipkan di luar. Wahduhhh kirain mau apa itu satpam, Andi sudah khawatir, kirain mau di penjara, lhooo kok dipenjara, tuh Maman aja.. J. Sudah-sudah kasihan jangan dilanjutin ya..hee..
          Setelah itu mereka bertiga pun masuk ke dalam. ketika di dalam ternyata isinya pakaian, makanan, dan alat rumah tangga, Sulis masih penasaran, akhirnya Andi menanyakan kepada petukas toko itu; Pak apa disini ada Tali Webbing? Bapa itu malah bingung, apa itu webbing mas, kaya apa bentuknya, Andi langsung menjawabnya, tali webbing itu tali untuk mendaki pa. oohhhhhhhh….aku rindu.. J gak nyambung.. ayo sambungin lagi saja. Oh, kalau itu disini tidak ada mas, ujar bapa penjaga toko.
           Akhirnya mereka pun keluar dan mengambil tas, Andi tetap menanyakan yang ada wbbing itu dimana kepada Bapa penjaga tas itu, bapa itu malah tidak tahu juga. Mereka mencoba menanyakan ke tukang parker sekalian membayar parker sepeda mereka. Tapi sepeda mereka itu tidak usah  membayar parker alias gratis.. tis…   aaaaaassssssssiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkk… !!!
              Seneng banget keliatannya ya, kaya habis kejatuhan batu bata, sakit donk J ..kata tukang parkir itu yang ada webbing di Jl. Tamsis, Taman Siswa. Mereka pun tak pikir panjang, langsung tancap saja menuju ke tamsis, ketika sampai di lampu mereh, ada kejadian yang tidak diinginkan, ada kecelakaan, ada seorang ibu-ibu tidak tahu tabrakan, tidak tahu di tabrak. Ketika Andi dan teman-temannya melihat, ibu itu sudah berada di bawah motor dengan keadaan menangis menyalahkan laki-laki yang berada di sebelahnya. Kemungkinan laki-laki itu yang salah, tapi laki-laki itu malah marah kepada pengenda mobil yang berada disebelahnya, mungkin juga bapa itu juga terlibat atas kecelakaan ibu itu. Ketika suara tangisan ibu itu semakin keras, semakin banyak pula warga-warga yang datang ke tempat kejadin. Sulis, Andi dan Maman pun memilih untuk pergi, takutnya malah menjadi saksi atau apa.
            Gerimis pun datang ketika mereka diperjalanan menuju Jl. Tamsis, tapi mereka tidak pantang menyerah tetap melanjutkan perjalanan, meskipun mereka tidak tahu. Mereka di setiap jalan terus bertanya, dua orang pun sudah mereka tanya, tapi hasilnya tetap tidak ada yang tahu, mereka akhirnya menemukan yang jualan gorengan, dan akhirnya mereka membeli gorengan dengan niat menanyakan toko yang jualan webbing, eh tapi ternyata tukang gorengan itu pun tidak tahu.
            Padahal di lihat-lihat kalau jalan terus lurus sudah mentok, tapi mereka tetap jalan saja terus, dan di depan melihat ada satpam, Maman pun menanyakannya. Bapa itu pun ngasih tahu, tapi sayang tempatnya jauh, tapi mereka tetap saja pergi. Ketika ditengah perjalanan hujan pun makin besar, mereka mampir dulu ke angkringan sekalian Maman pengen minum es teh, tapi es tehnya habis. Hujan semakin besar, kebetulan mereka berada di bawah pohon jadi tidak terlalu basah.
            Hamper setengah jam mereka menunggu hujan reda, tapi belum juga reda. Akhirnya mereka memutuskan untuk jalan terus, apa yang membuat mereka tetap terus semangat. Ternyata berkat Maman, karena Maman berkata, Kita itu anak ERAPALA, jadi jangan cengaeng, kalau hujan begini saja takut, apalagi nanti kalau kita mendaki. Andi pun dengan semangat menjawabnya, ayo Man, kita harus tetap semangat. Sekitar 50 km perjalanan mereka tempuh, dan akhirnya mereka berhenti sejenak di angkringan, kebetulan ada angkringan lagi ketika mereka berhenti.
            Pas banget yah man kita berhenti di angkringan ini, ujar Andi. Karena ketika mereka di angkringan hujan pun semakin deras. Tapi mereka tetap santai menikmati es teh, dan gorengan. Kalau Sulis beda, dia tidak minum es teh, katanya sih dia dingin. Sulis minumnya es jeruk..hehe.. lhoo itu kan sama saja es..hehe.. Andi itu kalau di angkringan paling beda dari Sulis dan Maman, Andi kalau beli es teh itu tidak hanya satu gelas, tapi 2 gelas, apalagi kalau sehabis futsal sampai 3 gelas. Sampai-sampai di tantang sama Sulis, kalau kamu bisa menghabiskan 5 gelas, nanti Sulis akan menelaktir lagi dengan geratis. Tetapi sampai saat ini Andi belum bisa untuk 5 gelas. Tapi Andi sendiri mau berusaha..hehehe..
            Setelah minum es dan makan gorengannya selesai, mereka menanyakan berapa pa, Andi sampai habis Rp.10.000,- buset dah malah amat yaa es tehnya sampai Rp.2.000,- pantesan habis Rp.10.000,- kalau Sulis cuma habis sekitar Rp.5.000,-an, Maman juga demikian. Cuma Andi saja yang habis sampai Rp.10.000,-
            Mereka tidak sadar ternyata waktu pun semakin sore, mereka belum juga dapat webbbingnya, tapi teman kostnya kebetulan lagi nyervis motor di Jl. Gejayan sekalian mau membelikan webbing, dia orangnya baikt.. siapa sih dia ?? dia itu teman dekatnya Andi, sebut saja Mas Alfa. Memang Mas Alfa orangnya baik. Mereka besyukur ada yang membantunya.
            Mereka masih dalam perjalanan, di depan sudah terlihat JEMBATAN SAIDAN, wah sudah dekat kayaknya nih, bentar lagi sampai lah di kost. Tapi hujannya semakin besar. Mereka pun berhenti di JEMBATAN SAIDAN itu, 5 menit, 10 menit, sampai 30 menit, hujan pun belum saja berhenti. Andi pun teringat, kenapa tidak foto-foto ya..hehe Andi ini orangnya narsis lho, . Kebetulan kan ada HPnya Maman, lumayan lah Hp baru, baru dua hari kebelakang belinya, belinya juga di Toko Bagus lho… siapa yang beliin, biasa sahabat sejatinya Maman, Andi Nugraha…hehe..
Ini foto ketika narsis di jembatan saidan 🙂
         Assikkk.. narsis-narsis juga yah ketiga Mahasiswa ini, rencananya sih mereka juga akan menguploadnya ke facebook. Cie..elah.tidak sabar amat siih langsung mau ganti  Foto Profil facebook..hehe. mereka asik saja sambil ngobrol-ngobrol, cerita-cerita, becanda. Sampai-sampai mereka lupa waktu, ketika mereka melihat jam, ternyata jarum jam menunjukan pukul 17.30, buset dah, sore Man, ayo kita pulang saja man. Iya kita terjang saja hujannya, sudah terlanjur basah lagi, ujar Sulis. Mereka hujan-hujan ketika pulang.
        Akhirnya mereka pulang juga, rencana Andi ketika pulang mau mampir ke ATM dulu, mau ngambil uang, ketika sampai di ATM, Andi lama sekali di dalam terlihat seperti orang bingung ketika hendak mengambil uang..hehe..ketika Andi melihat ke luar ada Sulis yang sedang melihat ke ATM juga, ya sudah Andi langsung memangilnya untuk dimintai pertolongan.
        Sulis pun masuk, tetapi Sulis juga bingung, memang tidak ada pilihan untuk mengambil uangnya, disebelah Andi dan Sulis ada seorang Ibu-ibu sedang mengambil uang juga, tiab-tiba ibu itu bertanya kepada mereka berdua “bisa tidak mas ?”. Mereka menjawab “bisa mba”. Padahal mereka bingun ya sudah yu pulang saja Lis, nanti saja di ATM yang satu lagi, ujar Andi.
        Mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju pulang, padahal hujan tetap saja deras. Tapi mereka kan anak ERAPALA, jadi tidak takut sakit..hehe. Alhamdulilah sampai juga di ATM, Andi langsung segera masuk, eh ternyata Sulis juga masuk mau mengambil uang juga. Maman tetap saja di luar, karena dia tidak mengambil uang. Kebetulan ATM yang Andi dan Sulis masuki itu di sebelah kanannya tepat ada hotel dan disebelah kirinya tepat ada yang jualan Mister Burgerr, Maman pun langsung beli dan mempesannya. Di plangnya sih cuma Rp. 6.000,- murah disini yah ndi, ujar Maman bicara ke Andi. Ternyata plangnya tidak sesuai dengan harga aslinya, yang tertulis di plangnnya Rp. 6.000,- ternyata aslinya Rp. 8.000,- sialan paijo iki.. J itu kata-kata yang sering dilontarkan Maman. Tapi bagi Maman tidak ada masalah Maman langsung mengeluarkan uang untuk membayarnya, uangnya pun selembaran warna merah merona seperti bola pingpong..hehe. tidak nyambung yah.. uangnya Maman itu satu lembar Rp. 100.000,-an tapi ketika dibayarkan tidak ada kembaliannya.
       Hehe..hehe.. kenapa kamu Man ketawa-ketawa sendiri.. (padahal biasanya juga ketawa sendiri yah..hehe). ujar Andi. Maman menjawab, tidak kenapa-kenapa ndi, ini tidak ada kembaliannya ndi, coba pake uangmu dulu saja ya, nanti diganti sama saya..hehe.. Andi pun meminjaminya, karena Andi orangnya baik dan tidak sombong dan rajin menabung. ..hehe..
        Lalu mereka pulang ke kost, ketika dijalan ada suara kruyuk..kruyukk.. suara apa tuh (cacing mereka pengen makan..hehe), ternyata mereka lapar, Sulis dan Andi rencana mau membeli makan langsung, karena hujan begini tidak mungkin nanti malam keluar. Maman pun dipaksa harus ikut sama Sulis dan Andi, Maman pun tidak bicara panjang lebar, karena Maman juga mau beli makan lagi, padahal tadi sudah membeli Mister Burgerr.. Masyallah “cinta itu indah ya man”..hehe..
       Anehnya ketika Maman membayar makanan yang dipesan Sulis uangnya tidak ada kembaliannya lagi, Maman pun mulai ketawa-ketawa lagi, Andi sudah tahu gerak gerik Maman, sudah pake uangku dulu saja man, ujar Andi. Akhirnya mereka pulang dan sampai dikost Maman, Sulis dan Andi berhenti sebentar, lalu pulang ke kostnya masing-masing, Andi dan Sulis bareng, karena mereka ngekostnya bareng.
         Ketika sampai di kost yang pertama Andi dan Sulis lakukan itu bukannya makan atau istirahat, mereka malah merendam pakaian yang kotor, lalu dilanjutkan dengan mandi. Sehabis itu lalu mereka istirahat dan makan.
ean
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s