HARAM TETAP HARAM

Pacaran selalu diatas namakan perkenalan.. Terus ta’aruf di anggap apa?? 

Haram ya haram. Tidak bisa ditawar-tawar. Ini ALLAH SWT loh yg melarang adanya pacaran, bukan pejatab, bukan menteri bukan gubernur dan bukan juga presiden.Dan ada yang bilang kalau pacaran itu boleh asalkan nggk berzina. Hello ???????? Melek donk, hari gini masih berpura-pura tidak tahu atau jangan-jangan tidak tahu beneran ya ?

Ya sudah aku kasih tahu dech, pacaran itu dalam islam haram hukumnya, dan yang namanya haram ya tetap haram. Sudah jelas-jelas pacaran itu zina, ZINA HATI, ZINA MATA, DLL. Coba deh direnungin, PACARAN itu nggk bermanfaat DUNIA DAN AKHIRAT.KLAU ADA YG MASIH MAU MENENTANG, ingat..!!

ALLAH loh yg melarang kita buat mendekati zina (pacaran). Jadi jangan pernah BERANI menentang apalagi menawar-nawar apa yg dilarang ALLAH SWT.

 
Aku juga bisa berhenti kok menjadi aktivis pacaran, kenapa kalian tidak bisa. Aku berhenti karena aku takut kepada Allah, dan aku ingin mematuhi apa yang di perintahkan oleh Allah Swt dan berusaha juga untuk menjauhi larangannya.
 
Ketika aku hendak berhenti dari aktivis pacaran itu seperti ini :
 
Aku berfikir sekarang sudah dewasa, sudah saatnya fokus untuk kedepan, dan fokus juga untuk membahagiakan orang tua, dan disamping itu aku juga harus paham tentang Islam. terutama aku sebagai orang islam.
Masalah jodoh sudah ada yang mengatur, tinggal kitanya memperbaiki diri kita sebaik mungkin. Karena jodoh kita nanti itu seperti cerminal diri kita juga. Kalau diri kita baik, insyallah kita dapat yang baik juga, adapun tidak, itu sudah di atur oleh Allah SWT. Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.
Memang aku serasa aku seperti orang asing, ketika aku meninggalkan pacaran. Karena disaat aku tumbuh dewasa aku berbeda dengan remaja yang lainnya. Yang lain setahu aku masih banyak ketika mereka tumbuh dewasa mereka semakin kuat untuk pacaran, maksiat dll. Mereka menghabiskan waktunya mereka dengan hal-hal yang tidak berguna. Memang dulu aku pernah menjadi aktivis pacaran, tetapi sekarang tidak. Karena hidup itu pilihan dan aku memilih untuk beribadah di jalan Allah Swt.
Aku bersyukur sampai saat ini aku masih bisa bernafas dan aku akan menggunakan sisa hidupku untuk beribadah kepada Allah Swt sebaik mungkin dan aku sedikit demi sedikit belajar memahami Islam secara kaffah. Yang dulunya aku anggap biasa-biasa ternyata sekarang setelah aku tahu itu adalah dosa.
Ketika aku mengetahuinya menyesal ada, tetapi kalau larut terus dalam penyesalan tidak mungkin juga. Sudah saatnya aku berubah, tentunya berubah jadi lebih baik lagi. Mencari tahu terus tentang islam.
Dulu ketika aku tahu apa itu tentang pacaran rasanya sangat senang sekali bahkan setiap hari yang dipirkan cinta dan cinta. Bahkan rela berkorban hanya untuk hal-hal yang tidak penting. Kewajiban yang harusnya didahulukan ketika pacaran malah menjadi belakangan.
Bahkan yang lebih parah lagi itu banyak berbohong, ketika bicara kepada seorang pacar A tetapi ke orang tua kita sendiri itu B. Sudah jelas-jelas itu dosa, tatapi sangat mudah untuk terus dan terus dilakukannya. Karena ketika kita senang melakukan kejelekan dan berbohong, disaat itu juga setan akan tertawa senang dan membantunya menuju jalan kejahatan yaitu neraka.
Setelah aku tahu pacaran itu dalam islam tidak ada, pacaran itu hukumnya haram. Dan pacaran itu mendekati zina, zina mata, zina tangan, dan masi banyak lagi. Awalnya aku cuek ketika mengetahui itu, aku terus dan terus melakukan pacaran ituKenapa aku katakan zina, karena Allah juga berfirman yang artinya :
“dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isro’ 32).
Setelah itu aku berfikir terus, aku tahu dan semua orang juga kayaknya tahu yang namanya kematian itu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Swt, bisa saja besok, nanti mungkin dan bahkan sekarang juga bisa karena cuma Allah Swt yang tahu.
Sungguh beruntung orang yang mati dalam keadaan beribadah, dan sungguh merugi orang yang mati dalam keadaan maksiat. Memang kita sadari meskipun kita tidak pacaran masih saja mendapatkan dosa meskipun kita cuma diam saja, itu namanya dosa investasi.
Setidaknya kita sudah berusaha menghindari dosa, dan berusaha meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah Swt. Karena nanti ketika kita di akhirat, pas ditanya oleh malaikat kita punya alasan untuk menghindari dosa meskipun kita masih dapat dosa. Pasti kita setiap hari mendapatkan dosa tanpa kita mengetahuinya, dan orang itu santai dan santai saja.
Dosa yang sekarang sering di dapat itu di facebook, ketika kaum wanita memasang foto yang tidak menutup aurat, dan ketika itu laki-laki yang bukan mukhrim melihatnya sudah pasti mendapatkan dosa, apalagi yang mengupload foto itu jelas mendapatkan dosa.
Coba kita bayangkan andaikan setiap postingan status atau gambar-gambar yang kita uplad ke facebook semuanya dicatat sebagai amal perbuatan kita. Sudah pasti Allah mengetahuinya dan mungkin juga malaikat mencatatnya sebagai amal perbuatan kita.
Banyak kaum wanita yang aku sindir dan tegur ketika dia memasang foto tidak menutup aurat, tetapi kebanyakan dia bicara. Memang siapa lho, apa hubungannya dengan lho, aurat juga aurat aku sendiri kok, kenapa lho yang repot. Yang melakukan itu kan aku. Dan mungkin masih banyak lagi jawaban-jawaban yang dilontarkan oleh mereka.
Kita itu semuanya saudara, memang sekarang umat islam masih terpecah belah, tetapi suatu saat nanti aku yakin akan menjadi satu dalam sebuat naungan Khilfah.
Sebelumnya aku minta maaf, ketika ada orang yang membaca tulisan ini ada yang tersinggung. Dan aku yakin tidak semua orang pikirannya seperti aku dan aku juga yakin tidak semua orang mengerti dengan apa yang aku tuliskan ini.
ean

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s