BERSIH-BERSIH KOST

Asik dan nyaman ketika rumah kita itu selalu bersih, sudah bebas dari kotoran dan bebas dari kuman juga. Melihatnya saja rasanya senang dan mau tidur juga pasti nyenyak. Tapi aku dan teman-teman berbeda bukan bersih-bersih rumah melainkan bersih-bersih kost, dimana kost tersebut adalah tepat tinggal aku dan teman-teman ketika merantau di Yogyakarta, ada yang kuliah dan ada juga yang kerja bahkan ada juga yang kuliah sambil kerja.

KOST REGES, itulah nama kost tercinta kami, kurang lebih terdapat 15 kamar, 5 kamar dibawah dan 10 kamar di lantai dua dan untuk di lantai 3 tempat khusus untuk jemur pakaian. Dan kost tercinta kami juga terdapat 2 kamar mandi yang setiap harinya kami gunakan untuk mandi..hehe.. Terkadang kalau aku habis subuh tidur lagi dan bangun siang, pasti mau mandi itu harus ngantri, kaya mau pesan tiket pesawan saja..hehe..hehe…Hari Jum’at pagi (2/14) ketika aku membuka pintu kamar dan aku melihat cuaca terasa masih gelap. Aku berfikir apakah ini masih subuh, aku lihat jam pukul 06.00. Dan ternyata teman-teman kost yang lain juga sudah pada di luar ramai karena ada kabar gunung kelud meletus dan abu vulkaniknya itu sampai ke Yogyakarta tepatnya samapi juga ke kost tercinta kami. Padahal gunung kelud sendiri tempatnya di ngawi Jawa Timur.

Dari hari Jum’at sampai hari Minggu aku tidak bisa pergi kemana-mana, keluar dari kamar juga susah karena banyak abu, sebenarnya bisa keluar tapi harus extra hati-hati dan harus menggunakan mantel, masker dan helm. Sendal di depan kost warnanya menjadi putih karena penuh dengan abu vulkanik, keramik tempat duduk yang warnanya merah juga sampai-sampai tidak kelihatan tertutup abu. Setiap makan aku hanya memasak mie di kost, karena keluar mencari makan juga susah banyak abu, dan tidak semuanya warung makan buka, memang ada yang buka tetapi aku tidak berani untuk membelinya takut debunya nempel dimakanan.

Padahal hari Senin (2/17) itu aku sudah masuk kuliah, tetapi gimana kalau kondisinya masih belum stabil karena masih banyak debu di jalannya juga. Aku berdoa semoga saja cepat hujan, supaya debu-debunya bisa hilang tersapu air. Dan ternyata ketika malam Senin hujan pun turun dengan deras. Aku bersyukur mudah-mudahan abu-abunya bisa hilang.

Senin pagi aku pun berangkat ke kampus dengan Sulis teman kost, aku berangkat ke kampus yang biasanya naik sepeda tapi kali ini aku memilih jalan. Ketika aku sampai kampus suasana masih sepi dan kampus juga masih kotor dan sepertinya masih belum bisa dipakai belajar. Mulai dari tempat duduk, mushola dan tembok-tembok kantor masih banyak abu yang menempel, lalu aku naik ke atas ke lantai dua untuk melihat suasana kelas. Ketika aku sampai atas ternyata sama saja dari ke lima kelas tidak ada yang tidak terkena abu, semuanya kotor dan yang anehnya lagi sudah ada satu kelas yang digunakan untuk belajar mengajar.

Ketika aku lihat jadwal yang baru di kampus ternyata aku tidak ada jadwal, dan aku duduk di depan kampus sambil menunggu teman-teman yang lainnya. Setelah itu aku memilih untuk pulang dan ketika sampai kost, teman-teman kost juga sedang membersihkan abu yang menumpuk di tempat palkiran kost.

Ketika malam harinya bersih-bersih kost pun masih dilanjutkan. Kami bersih-bersih tinggal bagian atas, lantai dua dan lantai tiga tempat dimana kami untuk menjemur pakaian. Malam itu aku bingung karena tidak ada alat untuk mengerok abunya. Kebetulan aku punya piring yang terbuat dari seng, aku pun menggunakan itu..hee..

Debunya sangat tebal, kurang lebih ada 2cm lebih, aku dan 8 teman kost lainnya membersihkannya sampai selesai. Aku sangat senang karena hampir semuanya anak-anak kost REGES bergotong royong untuk membersihkan kost, meskipun bapa kostnya tidak hadir membantu.. hehe..

Dari kamar bawah yang membersihkan kost selain aku itu ada Mas Alfa, Mas Isya, Sulis dan Mas Endro, tetapi mas Endro tidak bisa ikut untuk bersih-bersih kost karena ada jam kuliah kebetulan mas Endro sendiri kuliah malam dan siangnya digunakan untuk kerja. Kalau dari kamar atas ada Mas Ade, Mas Ihsan, Mas Ibad dan Mas Yodi.

Bersih-bersih kost pun kurang lebih hampir 2 jam. Mulai dari lantai ke tiga tempat menjemur pakaian lalu kami lanjutkan membersihkan dilantai dua, dan tembok tangga dimana tempat untuk menuju lantai dua dan tiga..hee..

Semoga kedepannya kami bisa bergotong royong lagi untuk membersihkan kost.

ean

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s