Puasa Itu Tidak Hanya Menahan Lapar dan Haus Saja

 

Kenapa saya katakana puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus saja, memang begitu. Kita melakukan puasa itu apa saih yang dicari bukannya pahala, selama puasa juga pahala yang sudah kita dapat bisa hilang tanpa kita sadari. Saya kan memberikan contohnya. Untuk laki-laki ketika bertemu yang bukan muhrim bisa jadi pahala puasa itu hilang sedikit demi sedikit jika pandangannya tidak dijaga, kita terus memandangnya, apalagi perempuan itu tidak menutup aurat kita melihatnya, tambah lagi itu dosanya dan berkurang juga pahala yang didapat dari puasa itu sendiri. Dan masih banyak yang hal-hal yang lainnya yang bisa mengurangi pahala puasa. Sekarang untuk perempuan, menurut saya untuk perempuan sendiri malah semakin banya hal yang dapat mengurangi pahala ketika puasa, seperti tidak menutup aurat juga bisa mengurangi pahala puasa, menutup aurat untuk perempuan muslim itu sudah menjadi kewajiban, tetapi sekarang faktanya masih banyak yang belum memakai hijab, terkadang saya suka bingung dengan pergaulan zaman sekarang.

Saya pernah bertanya kepada teman saya waktu SMA, kenapa kamu tidak memakai kerudung ketika dirumah tetapi ketika di sekolah memakai kerudung. Banyak yang menjawab berbeda-beda, ada yang menjawab kalau di sekolah kan itu sudah peraturan dari sekolah yang harus dipatuhi, kalau di rumah mah panas lah apalagi kalau main masa harus memakai kerudung, kaya mau pergi kemana saja.

Jadi kesimpulanny mereka lebih takut dengan peraturan yang dibuat oleh manusia, dan mereka kebanyakan memikirkan kehidupan dunia. Padahal peraturan dari Allah Swt itu dibuat sudah dari dulu sebelum kita dilahirkan. Tetapi mereka kebanyakan belum pada sadar betapa pentingnya menutup aurat. Padahal semua prilaku kita di dunia semuanya nanti akan di pertanggung jawabkan di akhirat. Saya punya cerita tentang wanita yang berpuasa tapi sia-sia karena pahalanya berkurang tanpa dia sadari. Mau tahu ceritanya, lanjutkan membaca buku ini.

 Lina Diyanti, itulah nama seorang anak yang dulu perilakkunya baik, tetapi semakin tinggi sekolahnya bukan malah semakin baik malahan semakin tidak baik. Lina sekolah di SD Negeri 09 Lakbok. Ketika SD dia sangat rajin sekali anaknya, setiap berangkat sekolah selalu berdua dengan sahabatnya bernama Mimin. Ketika di SD Lina selalu masuk peringkat 10 besar di sekolahnya, tapi sahabatnya Mimin tidak pernah masuk sepuluh besar, itu wajar. Karena setiap ada tugas Mimin tidak pernah mengerjakannya sendiri, dia selalu meminjam buku tugasnya Lina yang sudah di isi tugasnya.

Lina sampai lulus SD selalu masuk peringkat 10 besar, ketika lulus Lina sendiri melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Pertama atau tepatnya SMP Negeri 1 Lakbok, sahabatnya Mimin pun sekolah di SMP Negeri 1 Lakbok juga, namun ketika SMP Mimin begitu beda sikapnya kepada Lina. Mimin yang dulunya sejak SD dekat dengan Lina sekarang sudah tidak sedekat dulu waktu SD. Mimin sudah mempunyai banyak teman di SMPnya, sehingga teman lama di buang begitu saja tapi ketika ada tugas atau ada pelajaran yang masih belum paham Mimin selalu dekat dengan Lina, jadi ya dekat ketika ada perlu saja. Lina sangat kangen dengan sikap Mimin ketika SD yang selalu bareng setiap berangkat sekolah, tetapi ketika SMP sudah tidak lagi. Lina menunggunya dengan sabar sampai Mimin berubah sikapnya seperti SD dulu.

Perubahan terhadap Lina begitu terlihat ketika Lina sekolah di SMP, dulu ketika Lina SD sangat nurut kepada orang tuanya, tapi ketika SMP sudah mulai membantah apa yang orang tua katakan, karena Lina juga terbawa pergaulan dengan teman-teman yang bisa dikatakan agak bandel, dia malahan terbawa menjadi tidak baik. Malahan Lina sudah berani meminta belikan HP kepada orang tuanya, padahal orang tuanya juga tidak membelikan karena orang tuanya tahu nantinya bakal mengganggu pelajaran ketika Lina pegang HP. Tapi Lina nangis untuk tetap dibelikan HP karena iri terhadap Mimin yang sudah mempunyai HP, dan akhirnya Lina dibelikan HP juga oleh orang tuanya.

Lina berusaha meminta nomer HP Mimin tetapi susah karena Mimin kelihatannya masih belum bisa seperti dulu lagi. Setiap harinya Lina selalu memperhatikan Mimin di sekolahnya, Lina penasaran apa yang membuat dia bisa berubah sikapnya. Satu bulan berlalu, Lina dapat kabar dari teman-temannya bahwa Mimin sekarang sudah mempunyai pacar. Lina berpikir mungkin gara-gara pacar Mimin bisa berubah sikapnya kepadaku, ujar Lina. Tetapi Lina berusaha menyapa Mimin ketika bertemu meskipun Mimin tetap saja cuek sikapnya terhadap Lina. Dengan keyakinan Lina suatu saat Mimin pasti bisa dekat seperti dulu lagi. Waktu itu Lina sendiri tidak begitu tahu apa itu pacaran, yang Lina tahu pacaran itu kedekatan laki-laki dan perempuan saja. Tetapi akku tidak terlalu mementingkan hal itu, yang penting sekarang aku bisa dekat lagi dengan sahabatku Mimin, ujar Lina.

Keesokan harinya ketika Lina pergi ke kantin sekolah tiba-tiba Mimin menyapa Lina. Mimin bertanya kepada Lina “Lin mau kemana?”.. dalam hati Lina berkata tumben sekali Mimin mau nyapa aku, tidak seperti biasanya mungkinkah do’a ku terkabul supaya Mimin kembali lagi sikapnya seperti dulu lagi. Lalu Lina menjawab “Mau ke kantin Min, Mimin mau ikut ?”, ujar Lina. Mimin menjabaw “Iya aku mau ikut Lin”. Dari percakapan Mimin dan Lina akhirnya mereka bisa kembali dekat lagi, Lina berharap semoga tidak hanya hari ini saja Mimin bisa dekat denganku, tapi besok-besok dan seterusnya bisa dekat seperti dulu.

Tiba-tiba Mimin berkata kepada Lina “Lin boleh aku curhat, aku lagi galau nih?”, “Iya boleh kok Min, memang galau gara-gara kenapa?”, ujar Lina. Mimin langsung bercerita “aku lagi galau Lin, aku lagi ada masalah sama pacarku tidak tahu kenapa pacarku akhir-akhir ini selalu marah-marah terus kepadaku, nilai sekolah malah jadi semakin turun. Oh iya Lin aku minta maaf ya, atas perilaku aku dua bulan kemarin”. Lina menanggapi apa yang dibicarakan oleh Mimin, “Iya tidak apa-apa kok Min, santai saja aku juga sudah memaafkan kamu dari dulu, mending kamu tanya saja kenapa dia bisa begitu jangan cuma diam saja Min, itu saja yang bisa saya katakana soalnya saya sendiri tidak tahu apa itu pacaran Min”. Ketika Lina bicara begitu Mimin langsung berkata “Iya nanti saya coba tanya begitu, dan Mimin langsung menjelaskan apa itu pacaran, menurutku pacaran itu asik lho Lin, kita tidak bakal kesepian selalu ada yang menemani Lin disaat kita kesepian HP pun tidak sepi lho Lin, nih nomer aku coba catet nanti kita bisa SMS an / telfon”. Lina pun segera mencatet nomor Mimin sahabatnya itu.

Selama hampir satu Minggu sudah kedekatan Lina dan Mimin kembali seperti dulu, Lina banyak mendapatkan cerita dari Mimin tentang pacaran. Malahan Lina dikasih nomer laki-laki bernama Agus oleh Mimin yang bisa menemani SMS Lina. Hari demi hari Lina lalaui dengan SMS bahkan telfonan dengan laki-laki yang bernama Agus. Satu bulan kemudian mendengar kabar bahwa Lina dan Agus pacaran. Semenjak pacaran Lina tidak pernah lepas dari HPnya, ketika mau tidur pun selalu dibawa tidur sampai-sampai ketiduran HPnya. Semenjak pacaran perubahan begitu cepat yang terjadi pada Lina sendiri, dia bukannya malah semakin naik peringkatnya, malahan Lina semakin menurun. Pelajaran sekolah sekarang males-malesan tidak seperti dulu ketika SD. Sekarang Lina tidak pernah belajar kalau tidak ada tugas. Hal itu dia lakukan sampai lulus SMP, dan ketika kelulusan Lina tidak masuk sepuluh besar seperti waktu SD yang rajin belajar.

Setelah SMP lulus Lina melanjutkan ke SMA Negeri 2 Banjar, jaraknya lumayan jauh dari rumah, sekita ± 10 km dari rumah. Lina pun ngekost di dekat sekolahannya supaya tidak terlalu jauh untuk ke sekolahannya. Selama ngekost Lina malahan lebih parah di bandingkan dengan SMP, ketika SMP begitu ada orang tua juga di rumah Lina sangat susah untuk belajar. Apalagi ketika ngekost serasa sudah tidak ada yang mengatur-ngatur Lina lagi, bisa saja apa yang di bilangin Lina kepada orang tuanya ketika nelfon atau SMS tidak sesuai dengan faktanya.

Ketika sekolah SMA Lina masih mempunyai pacar, dia sangat tidak fokus untuk belajar karena tiap hari kebanyakan mainan HP terus dengan pacarnya. Mau makan selalau bawa HP, mau tidur pun membawa HP, pokoknya pergi keman-mana tidak lupa dengan HPnya.

Ketika Ramadhan pun puasa Lina bisa dibilang berkurang pahalanya, bahkan bisa jadi hilang tanpa sepengetahuan Lina karena ketika berpuasa Lina tetap saja SMS an untuk ketemuan, malahan yang parahnya lagi Lina dan Agus pergi naik motor berdua dengan alesan ngabuburit. Lina sudah tidak menutup auratnya lagi, dia selalu mengumbar rambutnya kepada pacarnya dan tidak hanya itu ketika ngabuburit itu yang melihat itu tidak hanya satu atau dua orang. Yang namanya dijalan pasti yang melihat banyak sekali.

Mendengar kabar sahabatnya Mimin di rebonding rambutnya, Lina pun ingin di rebonding rambutnya seperti Mimin. Tapi Lina tidak berani untuk minta uang kepada orang tuanya. Dua Minggu kemudian tiba-tiba Lina merebonding rambutnya secara diam-diam dengan pergi ke salon di temani oleh sahabatnya Mimin, orang tuanya pun tidak tahu. Ketika pulang pun sampai rumah dimarahi oleh orang tuanya, “apa-apa an kamu Lina, punya uang malah buat ngerebonding rambut begitu, tidak bagus tahu coba kamu lihat rambut seperti sapu aja kampu kepengen”, ujar orang tuanya Lina.

Keesokan harinya setelah Lina pulang sekolah, Lina mau pergi main, tetapi orang tuanya menasehatinya “Lina kalau mau main jangan lupa memakai kerudung ya?”, Lina langsung menjawab “Tidak mau lah Bu, nanti kalau pake kerudung ya rambut aku yang di rebonding tidak kelihatan oleh orang-orang”.

 

 

—————–oOo—————–

 

Dari cerita di atas Lina malah mementingkan urusannya di dunia dibandingkan urusannya di akherat. Padahal menutup aurat sudah menjadi kewajiban untuk wanita muslimah. Dan pacaran itu tidak ada dalam islam, pacaran itu hukumnya haram. Jadi ketika kita berpuasa hal-hal di atas tetap di lakukan, itu sama saja kita puasa hanya menahan lapar dan haus saja.

 

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s