SELAMAT TINGGAL PACARAN !!

Pacaran, kata yang tidak asing lagi di kalangan remaja zaman sekarang, mungkin para remaja awalnya mencoba pacaran hanya untuk menunjukan harga diri mereka. Remaja zaman sekarang berusaha mencari kebanggaan dengan cara punya pacar yang dibanggakan. Dia ingin diakui teman-temannya, bahwa dia sudah mempunyai pacar, dia dengan bangganya selalu jalan-jalan dengan pacarnya, malam Minggu pun dia selalu jalan bareng, bergandengan tangan tanpa ada rasa malu, dia merasa dunia milik mereka berdua.
Coba kita renungkan, dari aktifitas remaja saat ini, berapa banyak dosa yang dia lakukan, apa mereka tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu. Dalam islam melihat aurat wanita juga dosa, jangankan sih aurat wanita, berjabat tangan dengan yang bukan muhrim dalam islam juga ada aturannya kok. Apalagi lebih dari itu.
Apa sih yang sebenarnya mereka banggakan dari pacaran???  Bikin dosa kok bangga !!! Dosa?? Emang pacaran dosa yah?? Pacaran dalam Islam itu hukumnya haram, kenapa haram karena pacaran itu mendekati zina, zina mata, zina tangan dan masih banyak dosa-dosa yang didapat dari pacaran itu.
Terkadang orang tua yang belum paham tentang Islam itu, kebanyakan membiarkan anaknya berpacaran, biarlah mereka pacaran, dia sudah dewasa. Dewasa sih dewasa, buat apa kedewasaan kita kalau hanya untuk berbuat dosa, toh kita dari kecil juga diajarkan ilmu agama, supaya kita besarnya jadi orang yang berbakti kepada orang tua, apalagi kepada Allah Swt, itu wajib.
Pernah ana tanya kepada seseorang :
Katanya mau masuk surga ? Kok masih pacaran??
Katanya mau masuk surga ? Taubat kok di tunda-tunda??
Udah putusin aja, segera taubat sana. Yang namana mati kita kan tidak pernah tahu, bisa saja besok, nanti ataupun sekarang, kita harus siap. Sungguh merugi orang yang mati dalam keadaan maksiat, dan sungguh beruntung orang yang mati dalam keadaan beribadah kepada Allah Swt.
Ingat, kita hidup di dunia itu hanya sementara, di ibaratkan kita disuruh pergi ke warung oleh orang tua kita, tetapi ketika di perjalanan kita kehujanan dan berteduh di suatu gubung di pinggir jalan. Di saat kita berteduh itu, itulah yang dinamakan dunia, kita hanya sementara berteduh di gubug itu ketika hujan sudah reda kita akan melanjutkan pergi ke warung, lalu pulang lagi ke rumah.
Kenapa aku meninggalkan pacaran,
karena banyak dosa yang bertumpuk akibat pacaran.
Awalnya dari ketidak mampuan mengendalikan gejolak perasaan tergadap lawan jenis. ditambah dengan lingkungan yang sangat kejam, memaksa generasi muda kita untuk lebih prematur sibuk dengan cinta. dipaksa melalui Televisi, Radio, Surat Kabar, Majalah, Internet, film2, Video, berbagai betnuk game, nyanyian, sinetron dan sebagainya. Munculah perang bathin yang sangat dahsyat. antara komitmen sebagai muslim/muslimah atau ikuti saja gejolak perasaan yang bersembunyi dalamnya keinginan nafsu bercinta..Saat itulah syaithan semakin gencar mengatur strategi jitu, untuk meng KO kan si pemuda/pemudi yang lagi kasmaran… dengan berbagai tipu muslihat, logika murahan, serta filsafat rendahan bisa membius siapa saja yang akal dan fikirannya sedang tertutup oleh dominasi perasaan. Berbagai bujukan yang mengandung racun mulai tersusun dalam bentuk semantik game, serta permainan logika.
” Kita tidak usah pacaran tapi simpati aja, atau suka atau kagum saja boleh.. kan..?”
” Kalau sekedar ta’aruf dulu kan memang perintah Allah, berarti boleh kan..?”
“Kalau baru sekedar mempunyai hubungan spesial tapi dari jarak jauh dg SMSan dan FBan gak pa pa kan..” serta segudang “kalimat indah” lainnya…
Syaithan selalu menggunakan kalimat yang indah menarik, juga tidak salah kalimatnya, tetapi untuk menggiring calon korbannya ke Tepi jurang. Terbukti sekarang istilah “Ta’aruf” sudah banyak yang menyalahgunakan dan cendrung mancadi pelacehan masal. terlebih direkayasa dengan sistemik dan sistematis melalui “Ustadz Blue” yang telah menjadi Idola para pemuda… jadilah kalimat kalimat tadi cuma sekedar alasan pembenaran yang pada Intinya sama persis dengan “pacaran juga” intinya adalah terekploitasi nya perasaan cinta kepada lawan jenis, sehingga melebihi dari cinta kepada Allah SWT. itulah dosa pertama..
Dosa berikutnya adalah si korban akan menggunakan berbagai media baik hp ato jejaring sosial lainya untuk mengadakan kontak, mencurahkan Isi hati dan perasaan cintanya dengan semata-mata mengikuti nafsu liarnya. Kata kata “Jadian” terus “Siapa yang Nembak Duluan” “Teman Special” dan lain lain sudah tidak malu malu lagi digunakan. sampai disini saja sudah cukup membuktikan bahwa kalimat filsafat syaithon tadi bulsyit semua. alias boong.. tapi si korban semakin asyik dengan kebohongannya. akhirnya akal, perasaan waktunya lebih terkuras untuk si Dia…. setidaknya membuat aktifitas dan pekerjaan lainnya menjadi tidak maksimal. tetapi anehnya justru perasaan bisa muncul sebaliknya dengan bahasa lebay dikatakan “untuk memotivasi” padahal justru disitulah letaknya hilang keikhlasan, sebagai sumber motivasi utama yang lebih kuat dari sumber manapun…. itulah dosa kedua…
Dosa berikutnya, apabila si pemuda/i akan menjual harga tawarnya dihadapan pasangannya tidak segan-segan untuk berbohong, setidak-tidaknya menjaga image agar si pasangannya tidak kecewa. Maka 1001 topeng mulai dipasang agar menarik lawan jenisnya. berbagai kalimat gombal dilontarkan untuk saling menghipnotis agar pasangannya kelepek kelepek, semakin jelas lagi kebohongan kata “cinta” yg sering terlontar, padahal “Nafsu” yang terus di kembangkan, dipelihara, dikipas kipas, akhirnya makin ngablak lagi cinta palsunya yaitu ingin selalu dekat, ingin berduaan, ingin bersentuhan, memeluk dan seterusnyaa… itulah dosa ketiga..
Dosa berikutnya adalah mulailah nafsunya menundukkan akalnya sehingga muncul kreatifitas, trik, cara, memulai aksi aksinya, mulai dari ingin bertemu berduaan, mencari tempat sepi, ingin menyentuh, mencium dan seterusnya…itulah dosa keempat..
Dosa berikutnya, Lebih bahaya lagi apa bila si Pemuda/i korban kasaraman itu berada dilingkungan Islami, atau teman yang masih bersih, atau orang-orang yang berseberangan, maka tidak segan-segan berbohong untuk menutup dosanya, hari harinya habis untuk mempertahankan kemunafikan (bermuka dua). satu sisi mengaku Musllim/Muslimah, beriman kepada Allah SWT. Sisi lain terus menggelorakan terus nafsu bercintanya sehingga persetan dengan aturan tuhan. kemudian apabila ada pertanyaan dari orang-orang sekitarnya yang masih bersih, maka syaithan telah membekali dengan 1001 jawaban yang berisi kebohongan. itulah dosa kelima…
Dosa berikutnya, adalah bohong menjadi biasa, padahal itulah sifat utama Iblis, tetapi bagi yang sudah mabuk asmara, maka segala cara dilakukan. tidak pandang teman, orang tua, guru-guru, menthor, pembina dan lain lain semua dijadikan sasaran korban kebohongannya. memang orang yang sudah hobi dengan dosa, biasanya sangat dekat dengan kebohongan, untuk mentupi dosanya itu, jadilah teman Iblis sejati itulah dosa keenam..
Dosa berikutnya, sudah mulai kiamat, jika hati telah menjadi keras, akhirnya pandangannya terbalik balik. Mulai membenci orang yang betul-betul mencintainya, karena tidak suka dengan nasihat, malah membentak, mencaci maki, bersikap kasar, bahkan memfitnah, orang-orang yang ingin menasihati, menegur, atau menghentikannya. Lebih kiamat lagi kalo orang yang dikasari itu adalah orang yang seharusnya dihormati, seperti guru, orang tua dan sebagainya, kerena dari hati merekalah lahir cinta sejati. Sebaliknya menjadi begitu senang terhadap orang yang akan menggajak keneraka. orang yang suka bikin lalai, bikin kasmaran, mengganggu konssentrasi, menganggu kekhusu’an shalat dan sebagainya. malah dianggap sebagai pahlawan, pujaan hati dan sebagainya nauzubillah min zalik.. itulah dosa ketujuh.
Dosa berikutnya, mengerahkan 1001 kreatifitasnya menggunakan sarana yang ada di sekitarnyaa untuk mengakses si Dia. seperti HP, Internet dan sebagainya. tidak lagi berfikir fungsi yang sesungguhnya, bagaimana penghematan, efisiensi waktu, tenaga, fikiran, perasaa, pulsa, biaya, dan seterusnya. semua potensi yang ada kalo perlu digunakan untuk pacaran. persoalannya adalah apabila ada keterbatasan dalam menggunakan fasilitas tersebut seperti dipesantren atau disekolah boarding, maka mulailah muncul 1001 otak liciknya, agar tetap bisa terus mengobarkan nafsu cintanya. maka mulai menjadi orang yang sangat culas, licik, menipu hari hari kerjanya bagaimana mengatur siasat, strategi untuk menipu orang orang disekitarnya yang justru mencurahkan perhatian dan cinta sejatinya. Dengan sangat teganya dijadikan korban kebohongan dan kelicikan. demi mengobarkan nafsunya…..

ean

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s