MAAFKAN AKU IBU.. AMPUNI AKU YAA ALLAH

      Durhaka terhadap orang tua adalah diantara dosa-dosa besar! Kewajiban anak terhadap orang -tua, yaitu berbuat baik, taat dan menghormat.  Tapi terkadang kita selalu membentak-bentak Ibu, menyuruh Ibu. Dan ketika kita menginginkan sesuatu yang ingin sekali kita miliki pasti memaksa Ibu supaya membelikannya, tapi ketika sebaliknya Ibu menyuruh kita untuk beli sesuatu ke toko atau kemana, kita selalu bilang ah, nanti, males-males lagi.

       Tak sadarkah, begitu berat perjuangkan Ibu untuk kita. Ketika kecil semuanya apa-apa Ibu, mulai dari makan sampai mandi pun Ibu yang mengerjakannya. Ketika kita mulai sekolah, setiap pagi Ibu mengantarkan kita pergi ke sekolah tak lupa juga uang jajan yang setiap pagi diberikan Ibu untuk kita.

     Dan yang lebih hebat lagi dari Ibu adalah haknya, sebab dialah yang paling berat menanggung penderitaan waktu mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh.

  Firman Allah Ta’ala:

“Dan kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu-bapanya, ibunya telah mengandung dia dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah-payah pula; mengandung dan menyusuinya selama 30 bulan.” (al-Ahqaf: 16)                                   

Diriwayatkan:

“Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi dan bertanya: Siapakah manusia yang lebih berhak saya kawani dengan baik?

Ia menjawab: Ibumu!

Dia bertanya lagi: Kemudian siapa?

Ia menjawab: Ibumu!

Dia bertanya lagi: Kemudian siapa lagi?

Ia menjawab: Ibumu!

Dia bertanya lagi: Kemudian siapa lagi?

Ia menjawab: Ayahmu!” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Nabi anggap durhaka kepada dua orang tua itu sebagai dosa besar, sesudah syirik.

Begitulah sebagaimana ungkapan al-Quran.

Oleh karena itu dalam hadisnya, Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

“Maukah kamu saya terangkan sebesar-besar dosa besar –tiga kali.

Mereka menjawab: Mau, ya Rasulullah!

Maka bersabdalah Nabi, yaitu:

1. menyekutukan Allah,

2. durhaka kepada dua orang tua –waktu itu dia berdiri sambil bersandar, kemudian duduk, dan berkata:

3. Ingatlah! Omongan dusta dan saksi dusta.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

“Ada tiga orang yang tidak akan masuk surga:

1) orang yang durhaka kepada dua orang tua;

2) laki-laki yang tidak ada perasaan cemburu terhadap keluarganya;

3) perempuan yang menyerupai laki-laki.” (Riwayat Nasa’i, Bazzar dan Hakim)


“Semua dosa akan ditangguhkan Allah sampai nanti hari kiamat apa saja yang Dia kehendaki, kecuali durhaka kepada dua orang tua, maka sesungguhnya Allah akan menyegerakan kepada pelakunya dalam hidupnya (di dunia) sebelum meninggal.” (Riwayat Hakim)

      Allah memperkuat pesannya untuk berbuat baik kepada dua orang tua, ketika kedua orang tua tersebut telah mencapai umur lanjut, kekuatannya sudah mulai menurun, mereka sudah mulai sangat membutuhkan pertolongan dan dijaganya perasaannya yang mudah tersinggung itu.

Dalam hal ini Allah berfirman sebagai berikut:

“Tuhanmu telah memerintahkan hendaklah kamu tidak berbakti kecuali kepadaNya dan berbuat baik kepada dua orang tua, jika salah satu di antara mereka atau keduanya sudah sampai umur tua dan berada dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu katakan kepada mereka itu kata-kata ‘uff’ (kalimat yang tidak menyenangkan hati), dan jangan kamu bentak mereka, tetapi katakanlah kepada mereka berdua kata-kata yang mulia.

Dan rendahkanlah terhadap mereka berdua sayap kerendahan karena kasih, dan doakanlah kepada Tuhanmu: Ya Tuhanku! Berilah rahmat mereka itu, sebagaimana mereka telah memeliharaku di waktu aku masih kecil.” (al-Isra’: 23-24)

Membuat gara-gara atau masalah yang menyebabkan dicacinya kedua orang tua kita, itu termasuk dosa besar. Lebih dari itu, bahwa Rasululiah s.a.w. tidak menjadikan gara-gara dicacinya dua orang tua hanya sekedar haram, tetapi termasuk dosa besar.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya di antara sebesar-besar dosa besar, ialah seseorang melaknat orang tuanya sendiri –kemudian para sahabat merasa heran, bagaimana mungkin seorang yang berakal dan beriman akan melaknat orang tuanya, padahal mereka adalah penyebab hidupnya.

     Jadi mulai sekarang selagi kita masih mempunyai orang tua, hormatilah orang tua kita, jangan melawan atas apa yang orang tua kita katakana. Hidup hanya sekali kok, yang namanya penyesalan itu datangnya belakangan.

Yang sedang marantau, ketika pulang minta maaflah kepada Ibu kita, peluklah dia. Bilang bahwa aku sangat sayang kepada Ibu.

 

Pejuang Daud

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s